
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh Auliana Rizky Mahasiswa FKIP Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Letting 2017Pagi itu ruang memang tampak sangat cerahKursi...
Baca SelengkapnyaDetailsBy Lina ZulainiKau,Bolehkah ku menyimpan sedikit amarah untuk mu?Tersemat luka dalam kisah asmara iniMencekik masa depan yang hampir rampungKau,Bolehkah ku...
Baca SelengkapnyaDetailsBy Lina Zulaini13 Maret 2018Sahabat, Jika boleh ku menitip masa depan yang belum sempat ku benah dengan sempurnaKarena aku terlena...
Baca SelengkapnyaDetailsBy Lina ZulainiDarussalam, 12 Maret 2018Puluhan kali Kau memanggilku kembaliNamun aku tetap pada jalankuJalanku yang curamRibuan kali Kau datangiku penuh...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Lina Zulaini Berdomisili di Jantho, Aceh BesarMentari cerah terkadang membuat ku tak bisa terbukaKau sering membuat ku menangis, membuatku...
Baca SelengkapnyaDetailsPuisi Tabrani YunisAyahHari ini izinkan aku menangisMelampiaskan rinduku padamuMungkin lewat tangisKu basuh rindu ituSudah tak ada yang mampu mempersatuKecuali doa...
Baca SelengkapnyaDetailsKetika awan menutupi alamGelap pun menyerangDingin pun mengundangHujan pun akan datangSunyi pun hadir di kegelapanJarum jam pun berjalanJantung pun berdetakMulut...
Baca SelengkapnyaDetailsOlehLina ZulainiBerdomisili di Aceh BesarHari ini terakhir aku melihat muTapi percayalah aku akan baik-baik sajaIni terakhir kali aku mengecup muTapi...
Baca SelengkapnyaDetailsBy Lina ZulainiHari ini kutemukan titik keraguan ituYang membuat aku kalah akan emosikuMenertawakan kekalahankuKini aku layaknya botol mineral, tipisMencoba melihat...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Annisa Halle Aku tengah bersedih saat menuliskan pesan iniBetapa kita benar-benar entah di ambang ketidakjelasan Tidak ingin ku tuliskan...
Baca SelengkapnyaDetails© 2025 potretonline.com