
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh : NsyahDalam sepinya waktuTak jeda ku sulam rindu di jiwaDalam sunyi-nya laraTak sirna ku rajut kasih di muara kalbuBahwasanya...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Tabrani YunisHari ini, bukan hari KartiniTapi hari pernikahan kitaHari kitamenyatukan hatiHari kita menyemai cintaTanggal 21 April Sepuluh tahun laluKita bersimpuh mengikat...
Baca SelengkapnyaDetailsMasa demi ma sa sudah terlewati,hampir lima tahun sudah menimba ilmu di negeri syariat Islam ini,belum ada ijazah pun yang...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Lina ZulainiAku melihat diaMenggendong bakul kecil yang beratDi bawah terik suryaMemeras keluar bengak yang lama ditahanBerjalan lesu meniti jembatan...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Lina ZulainiKamuYang pernah merajut mimpi bersamakuMerangkai bual ingin menyatuDi bawah pohon asaDeru angin jadi saksi bisuKamu Mencipta kubang sukaWalau...
Baca SelengkapnyaDetailsBy Lina ZulainiWahai pemilik hati, aku datang lagi dengan dua hatiTanpa malu mengiba cinta yang tak pantas jadi milikkuTanpa berdosa...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Anita SariFakultas Dakwah dan Komunikasi/ Jurusan Komunikasi Penyiaran IslamUIN Ar-raniry Banda AcehKetukan itu telah terdengarSayup sayup ketukannya mulai tertebarBenahkan...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Lina ZulainiTuhanLihat aku dan doa ku dalam sudut malam kuMenjaring asa dalam kelam Bahkan langit hampir tumpahMenampung semua buramAku...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Lina ZulainiBadan tegar tegapHanya mampu ku tatap melalui bingkaiLipatan bibirHanya bisa ku sentuh pada sebuah gambarAndai aku mampuMerayu Sang...
Baca SelengkapnyaDetailsBy Lina ZulainiDengan kata aku mengingatmuDengan senyum aku merindumuDengan penuh cita aku mengharapmu kembaliTapak langkah jadi saksiPosturmu yang tak lagi...
Baca SelengkapnyaDetails© 2025 potretonline.com