Puisi

Aku dan Bumbu Dapur

September 2018
Oleh: Redaksi

Oleh Lina Zulaini

Menatap benda kecil tajam
Aku sungguh takut dia akan mempesiang aku
Mencoba sedikit keberanian untuk merabah keranjang bawang di sampingnya

“Bawang merah, bawang putih dan bawang..,”
Yang aku tak ingat”

Aku intip kembali secarik kertas berisi resep senja lalu
Ke atas, ke bawah
Bola mataku bergerak pelan sambil menyimpan betul isi tulisan dalam memoriku

Deburan garam menyeka perih goresan luka di jemari kiriku
Bahkan lada hinggap dengan ayu di lubang hidungku
Aroma jahe, campuran kunyit menerbangkan perutku hingga api pun mulai bergejolak

Adukan kecil mulai terjun dalam wadah jamuan yang ingin aku hidang
Andai rasa dan asa tak begitu beda
Tentu lebih enak jika memakannya beriringan

Namun mereka bukan sepasang yang boleh diracik bersamaan
Untuk itu aku harus lebih dulu paham tentang keduanya
Hari ini, biarkan aku dan perihal dapur dahulu

Inilah aku
Yang hampir mahir meramu bumbu dapur untuk sang ibu.
Ikuti Kami
Channel WhatsApp Potret Online
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp kamu
Ikuti Sekarang
Tentang Penulis
Media Perempuan Kritis dan Cerdas

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir