
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Ilustrasi : WattpadDi saat sendiri jauh lebih sempurnaKetika tertawa jauh lebih nikmatDi dalam ketenangan jiwa menyejukkan pikiranSemua tak sama lagi...
Baca SelengkapnyaDetailsTetap Sama Walau Beribu TanyaTayangan itu mendoktrin kitaMemberikan citra emasnyaMeluapkan segala emosiBertingkah bijak padahal lebih busukMenempatkan dirinya pada tempatnyaMemikat seseorang...
Baca SelengkapnyaDetailsilustrasi WawkerKarya :Nathasya Angelliya Siapa takut hidup sendiri Mati hilang tertikam Serbuk cahaya ditelan Padaku yang terhormat laksana penjaga taman Melindungmu setia tanpa ada jenuh...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh NsyahAndai saja aku bisa..Diam sejenak dan berkata..Betapa aku sangat mengagumimu..Betapa kuingin berbincang denganmu..Betapa kuingin mengenalmu..Tapi kenapa selalu saja..Dada bergetar...
Baca SelengkapnyaDetailsDok.Dedikasi.wordpress.com Oleh :Naufal MunaSiswi kelas VIII SMP Swasta Darus Saadah Putri, Pidie JayaIbu bagaikan pahlawan bagiku. Dia rela berkorban demi anaknya...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Lina Zulaini Saat itu Aku terlalu ragu untuk melihat mata mu yang sembab Beberapa masa yang lalu Aku selalu...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh: JeniBerdomisili di KebumenAku berada di duniaku..... Saat melihat si kecil bermain di sampingku. Setelah mereka mencipta canda dengan merangkulku....
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Khodijah Aku mewujudkan mimpimu Aku ada saat kau butuh semua tentang keindahanDimana...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Lina Zulaini Menatap benda kecil tajam Aku sungguh takut dia akan mempesiang aku Mencoba sedikit keberanian untuk merabah keranjang...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Lina ZulainiKatanyaMeramu suara lewat puisi bisa menghapus rinduBermain pena pada bait mampu mendekatkan jarakMengisi lembar dengan tinta dapat menghilangkan...
Baca SelengkapnyaDetails© 2025 potretonline.com