
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh Rona HerawatiMahasiswi Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Begitu mungil wujudmuNamun,Warna putihmu tampak indah di matakuHarum wangimuSelalu menambah kebahagiaankuIndah rangkaianmu pun...
Baca SelengkapnyaDetailsBagi : Lien Linda Karya; Zab BransahAtas kehadiranmu,memberi arti makna kehidupan iniuntuk setiap bunda yang meghadirkan kesucianmumemberikan langkah setiap nafas...
Baca SelengkapnyaDetailsSulaiman Junedluka membatuhati berlaguluka membirusenyum membekukita bersulang menimang mimpi. Pagi yang bening jadi kelam. Luka--duka menari di samudera pikiran. Aku tatap kota melesat...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh: Hida AK ngiiing!terdengar bunyi mendenginggadis kecil masih bergeming, memastikan arah suara yang kian nyaringdi kuping. ngiing, ngingmendenging-denging si gadis kecil berlari,melompat...
Baca SelengkapnyaDetailsElje Story /1/Udara dingin bermesraan dengan hujan sedari malamMatahari belum masuk sif jagaKamu telah terjaga dalam pernak-pernik kesibukan /2/Hanya lima menit kopi...
Baca SelengkapnyaDetailsKarya Zab BransahBerdomisili di Langsaibu jejakmu dulu disinggahkan anakmu.Perjalanan tertatih - tatih kamu merangkak.Jemarimu lembut belaian kasih sayang jiwa ibu Kehadiran anakmu...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh: Meliana Eka SuciKita ini masih mudaSepatutnya memiliki jiwa yang muda juaApa tak malu dengan semangat mereka?Yang telah memasuki usia...
Baca SelengkapnyaDetailsMENABUR KENANGAN Haruskah kutaburi kembang melatiDi atas ketiadaan iniAtau kubakar saja Hingga menjadi abuLalu ditaburkan ke lautanDi sepanjang bibir pantaiHingga usai waktu menelan...
Baca SelengkapnyaDetailsMencari Ayah Mati|- bagi Sandy Sr Sandi Ramadhan: Tuhan membiarkan aku sendiri berkuda ke dataran sunyi,mencari ayah dengan teropong ompong naluri. Seseorang yang...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Mohammad Iskandar: Skmengantar gelisah hatidi lelampu cahayasetangkup rahasia terjagadari keremangan batin kitaKe arah mana kita mestinyaketika wajah-wajah beralih rupareda...
Baca SelengkapnyaDetails© 2025 potretonline.com