
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Karya Munawar KhalidPelajar MTsN 1 Aceh Tamiang Enyahlah, jangan mewabah lagiAku lelah dengan kehadiranmuJenggah oleh kedatanganmu Kamu membawa bencana bagi manusiaBukan aku...
Baca SelengkapnyaDetailsSunyi Dirihidup cumamampir berbaktikepada pemilik diridan semesta yang diberkatihidup cumamengulang harimenebar kebaikanuntuk dibawa pulangke kesejatian dan keabadianhidup kita;sunyi yang berulang...
Baca SelengkapnyaDetails_: dari U. H_Oleh RiamiBerdomisili di Malang, Jawa TimurSenja masih membersamai gerimisSebungkus teh mengantar wajah teduhnya Masuk ke dalam cangkir, bercampur...
Baca SelengkapnyaDetailsMENGGENGGAM WAKTU Jika waktu bukan cintaku niscaya punahserupa pecahnya buih-buih di tepiandan aku terpelanting ke lembah kerugian Aku pilih memaknai setiap detik...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Rona HerawatiMahasiswi Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Begitu mungil wujudmuNamun,Warna putihmu tampak indah di matakuHarum wangimuSelalu menambah kebahagiaankuIndah rangkaianmu pun...
Baca SelengkapnyaDetailsBagi : Lien Linda Karya; Zab BransahAtas kehadiranmu,memberi arti makna kehidupan iniuntuk setiap bunda yang meghadirkan kesucianmumemberikan langkah setiap nafas...
Baca SelengkapnyaDetailsSulaiman Junedluka membatuhati berlaguluka membirusenyum membekukita bersulang menimang mimpi. Pagi yang bening jadi kelam. Luka--duka menari di samudera pikiran. Aku tatap kota melesat...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh: Hida AK ngiiing!terdengar bunyi mendenginggadis kecil masih bergeming, memastikan arah suara yang kian nyaringdi kuping. ngiing, ngingmendenging-denging si gadis kecil berlari,melompat...
Baca SelengkapnyaDetailsElje Story /1/Udara dingin bermesraan dengan hujan sedari malamMatahari belum masuk sif jagaKamu telah terjaga dalam pernak-pernik kesibukan /2/Hanya lima menit kopi...
Baca SelengkapnyaDetailsKarya Zab BransahBerdomisili di Langsaibu jejakmu dulu disinggahkan anakmu.Perjalanan tertatih - tatih kamu merangkak.Jemarimu lembut belaian kasih sayang jiwa ibu Kehadiran anakmu...
Baca SelengkapnyaDetails© 2025 potretonline.com