Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Savitri Jumiati Wahai langit persada Apakah kita telah melarikan dogma ke rahim muara Sedang banyak kalbu tertidur pulas Membawa topeng...
Karya Prima* Terjatuh pada kelamnya malam Tenggelam pada dalamnya lautan Batinku seolah - olah berteriak Tidak menerima keadaan yang menimpa...
Ria Andelia* Pelajar MTsN 1 Aceh Barat Daya ( Abdya) Kelas VIII (delapan) Malam itu kadang menjadi saksi bisu Di...
Karya Ali Hamzah Matahari di peluk bumi jingga senja pun menepi malam hidangkan sepi di perjamuan kalbu rindu pun bersayap...
DALAM PERJALANAN PANJANG Oleh Ali Surakhman TS (bagi Sang Penyair Abah Zab Bransah : Terminal transit puisiku) Perjalanan panjang menuju...
Oleh Tabrani Yunis Ketika hutan tak lebat lagi dikeruk nafsu birahi hujan turun tak ingin berhenti Bencana pun datang silih...
Oleh Ali Surakhman TS Dalam sebuah gambar yang indah dan mempesona Buku itu terpegang dengan erat penuh makna Dengan senyum...
UMPAMA DEBU Merenung malam aku tatap wahah langit. Hitamnya manis di putih bulan. Cahayanya menyuluh alam . Agungnya Tuhan...
Oleh : Ali Surakhman TS ( Bagi Adoen Abah Zab Branzah dan Mega Aqila ) Di ujung pandang mata...
Sejarah Dalam Negeri Filsafat Savitri Jumiati Bola bola globalisasi Komoditi cekik mati Berlari sembunyi Cekal rasa harga diri...
© 2026 potretonline.com






