
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Pelajaran Menjemur Pakaian Karya Kurnia Hidayati air yang menetas dari serat kain biarlah menetes mendekati tanah mengingkari gravitasi dan mengalir...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Muhammad Iskandar pada gundukan tanah telah bersemayam badan melepas segala titah menyatu bumi Tuhan yang di atas: telah dicukupkan...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Tabrani Yunis Anak-anak berselimut hujan Meniti trotoar, kaki lima dan jalan Mengarungi malam berkelindan Menaburkan rasa iba dalam penganan...
Baca SelengkapnyaDetailsHalimah Ramadhan... Panasmu sungguh membakar raga Hikmahmu menguatkan iman di dada Rahmatmu menentramkan jiwa Magfirahmu meluruhkan segala dosa Nuzul Qur'anmu...
Baca SelengkapnyaDetailsJANGAN BIKIN RIBUT, TUAN ! Oleh Halimah, S.Pd Salam,Tuan... Seminggu lalu dirimu bikin edaran. Engkau atur volume pengeras suara ketika...
Baca SelengkapnyaDetailsSavitri Jumiati Wahai langit persada Apakah kita telah melarikan dogma ke rahim muara Sedang banyak kalbu tertidur pulas Membawa topeng...
Baca SelengkapnyaDetailsKarya Prima* Terjatuh pada kelamnya malam Tenggelam pada dalamnya lautan Batinku seolah - olah berteriak Tidak menerima keadaan yang menimpa...
Baca SelengkapnyaDetailsRia Andelia* Pelajar MTsN 1 Aceh Barat Daya ( Abdya) Kelas VIII (delapan) Malam itu kadang menjadi saksi bisu Di...
Baca SelengkapnyaDetailsKarya Ali Hamzah Matahari di peluk bumi jingga senja pun menepi malam hidangkan sepi di perjamuan kalbu rindu pun bersayap...
Baca SelengkapnyaDetailsDALAM PERJALANAN PANJANG Oleh Ali Surakhman TS (bagi Sang Penyair Abah Zab Bransah : Terminal transit puisiku) Perjalanan panjang menuju...
Baca SelengkapnyaDetails© 2025 potretonline.com