Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Karya : Shella Amalia Kelas : IX.1 MTsN 2 ABDYA Desiran angin menyentuh diriku Kala rasa rindu mengusik pikiranku Ingin...
REUNI AKBAR Halimah "88" Duhai Allah, Allahu Akbar Sungguh Engkau Maha Besar/ Setelah usai RamadhanMu nan membuat hati ini bergetar/...
Savitri Jumiati Denting irama biola Suara violin ditengah malam petaka Atau petikan sitar dalam termabuk rupa Tak akan ada sepircak...
Oleh MOHD ADID AB RAHMAN Berdomisili di Melaka, Malaysia Seperti biasa kau di sisi hanya beberapa detik, Ramadhan akhirnya...
"Cita-cita itu" Cita-cita itu Memberikan harapan syahdu Mencoba menulis sebait lagu Menyusuri sebuah kisah klasik Menulis cerita yang menarik Memberikan...
Jonson Effendi MENJARING ASA Entah ke mana kaki melangkah mencari seberkas sinar, cahaya di atas cahaya, cahaya makrifatullah membuka pintu...
TUHAN SENANTIASA MELIHAT KITA Kepada Sri Haer mengenangmu di antara gerimis hujan mengetuk...
SUBUH DI ARASYI Savitri Jumiati Sudah aku lelah telah Hentikan deru biar tersimpan Itu setumpuk debu Usah risau menalu Lalu...
Puisi Zulkifli Abdy Berdomisili di Banda Aceh Bosan sudah aku pada sunyi, yang membawa aku ke lorong- lorong yang serasa...
Karya Bussairi Nyak Diwa kemanakah irama alunan jingki malam-malam akhir ramadhan gadis-gadis tanggung berdendang memainkan kaki di bawah remang...
© 2026 potretonline.com