
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Karya Prima* Terjatuh pada kelamnya malam Tenggelam pada dalamnya lautan Batinku seolah - olah berteriak Tidak menerima keadaan yang menimpa...
Baca SelengkapnyaDetailsRia Andelia* Pelajar MTsN 1 Aceh Barat Daya ( Abdya) Kelas VIII (delapan) Malam itu kadang menjadi saksi bisu Di...
Baca SelengkapnyaDetailsKarya Ali Hamzah Matahari di peluk bumi jingga senja pun menepi malam hidangkan sepi di perjamuan kalbu rindu pun bersayap...
Baca SelengkapnyaDetailsDALAM PERJALANAN PANJANG Oleh Ali Surakhman TS (bagi Sang Penyair Abah Zab Bransah : Terminal transit puisiku) Perjalanan panjang menuju...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Tabrani Yunis Ketika hutan tak lebat lagi dikeruk nafsu birahi hujan turun tak ingin berhenti Bencana pun datang...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Ali Surakhman TS Dalam sebuah gambar yang indah dan mempesona Buku itu terpegang dengan erat penuh makna Dengan senyum...
Baca SelengkapnyaDetailsUMPAMA DEBU Merenung malam aku tatap wahah langit. Hitamnya manis di putih bulan. Cahayanya menyuluh alam . Agungnya Tuhan...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh : Ali Surakhman TS ( Bagi Adoen Abah Zab Branzah dan Mega Aqila ) Di ujung pandang mata...
Baca SelengkapnyaDetailsSejarah Dalam Negeri Filsafat Savitri Jumiati Bola bola globalisasi Komoditi cekik mati Berlari sembunyi Cekal rasa harga diri...
Baca SelengkapnyaDetailsSiluet Oleh Pril Huseno Mimpi tak sempat datang Tapi langsung duduk di pangkuanmu. Bagai meminang anak pelangi Mungil kau...
Baca SelengkapnyaDetails© 2025 potretonline.com