Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh MOHD ADID AB RAHMAN Melaka, Malaysia. Idul Adha mengingatkan kisah perjalananmu penuh pertarungan dan duri tertera megah abadi...
Oleh Tabrani Yunis Bu, Hari ini di tanah tumpah darah ini Di bukit-bukit berbunga mewangi Di kaki-kaki langit menukik tinggi...
Oleh Zulkifli Abdy Hamparan pasir Bukit-bukit berbatu Pohon-pohon kurma Unta dan domba di gurun tandus Sedang memamah daun- daun kering...
Oleh Delia Rawanita "Mari menari " sebuah ajakan membahana Dalam sekejap semua di dalam ruangan melenggang ikut irama Mengangguk meliuk...
Oleh Zulkifli Abdy Di antara hamparan padang pasir dan bukit-bukit berbatu Tatkala untaian doa berpulun-pulun dengan airmata Di luar kemah...
Oleh Zab Bransah Terima Kasih Tuan Kehadiran awal perjalanan cinta berlabuh di dermaga kerajaan janur kuning Berlabuh di sana sekian...
Malaysia Sekiranya pagi ini.. Beribu rintik turun dari awan.. Pintalah setitik .. Buat menikmati kesejukan nikmat pemberian Tuhan... Kerana semuanya...
Karya Usfa Sri Rezeki. Kasih.... Di saat kumarah Diamlah sejenak.... Dengarkan saja apa kataku.... Karna itu cuma sekadar kata-kata pelampiasanku....
Oleh : Muslailati Sebab karena apa muncul pertikaian Sebab karena apa muncul perselisihan Sebab karena apa muncul peperangan Sebab...
Oleh Usfa Sri Rezeki Ma, izinkan anakmu mengukir wajahmu di angan Kan kuwarnai dengan sejuta warna Kan kubingkai wajahmu dalam...
© 2026 potretonline.com