Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh: Putri Marlinda Berdomisili di Banda Aceh Kami kerap disapa realita Pasal dusta yang bermahkotakan kasta Lembar-lembar rupiah Menjadi...
Oleh Zulma Amalia Ilmu adalah harta Yang tidak bisa dibeli dengan harga Tanpa ilmu kita sudah terdampar Seperti kapal di...
Harmoni Indonesia Karya Asep Perdiansyah Suara merdu terdengar ditelinga Beraneka ragam suku dan budaya Laut indah menyatu di nusantara...
Merajut Asa Menepis Pilu Jangan pernah pasrah dan jemu Panjatkan doa memohon restu Sinsingkan lengan baju ke bahu Tetap...
Oleh Zulkifli Abdy Berdomisili di Banda Aceh Hari ini, 17 Agustus yang ke 77 dari kehidupan berbangsa kita Kita terus...
Tak seperti bayang-bayang Kadang pergi dan kembali Pergi di kala petang menjaring mentari Mungkin kembali di kala pagi Atau pula...
Oleh Ria Andelia Dulu, senjata api yang menembak Pedang yang mengiris Suara tangis yang mengalun Bersahutan dengan teriak kesakitan Darah...
Karya Asep Perdiansyah Senyum warnamu menawan Embun menetes dari dedaunan Cahaya matahari bertahan Bunga mulai bermekaran Kupu-kupu berterbangan aneka warna...
Oleh Zulkifli Abdy Rembulan.., Tiba-tiba saja aku merasa kehilangan ketika kutahu engkau tak menyapa Ingin rasanya aku memandang Bahkan bila...
*Karya Zab Branzah* *MERINDUI GIGIL* Gigilkah yang mengantar rindu pada kota egypte van andalas yang kabutnya jadi selimut pagi dan...
© 2026 potretonline.com