
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Seulangaku di Balik Jeumpa (Ali Kusas) Seulangaku mekar berjajar Menyapa nyanyian prenjak menari...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Tabrani Yunis Lembah Seulawah gelisah Rerumputan menyerah kalah Panasnya nyala api pemusnah Membakar ilalang dan semak-semak di tanah...
Baca SelengkapnyaDetailsOTAK Pikir ini pikir itu dengan otak Tipu sana tipu sini pakai otak Suara demonstrasi semangat otak Penguasa tak...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Zab Bransah Berdomisili di Langsa, Aceh Menanti malam seribu bulan perjalan jiwa beriman pengembara kasih sayang Di setiap...
Baca SelengkapnyaDetailsALIF Sepotong cahaya masuk surga. Menjadi adam yang terpenjara. Pelangi tiba-tiba bertanya, itu buah apa namanya. Benih rindu tertanam berpijar...
Baca SelengkapnyaDetailsGURU Karya Asep Perdiansyah Guru Embun pagi berkilau Engkau telah bersiap Membawa segudang ilmu Melewati jalan sempit berliku Engkau...
Baca SelengkapnyaDetailsMENDAKI BUKIT TUBAN diselimuti hujan tubuhnya yang letih berkejaran waktu dengan derasnya aliran sungai dari bukit seberang lalu kami bersekutu...
Baca SelengkapnyaDetailsJakarta, Potretonline.com, 1/08/22. Pada 26 Juli 2022 malam berlangsung sebuah perhelatan sastra yang bertempat di Gedung Teater Besar, Taman Ismail...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Tabrani Yunis Pagi telah pergi Melambung tinggi Seperti dalam bait puisi Setia membunuh sepi Bukan kerana sendiri Namun ramai...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Tabrani Yunis Di sela-sela dedaunan Di balik ranting-ranting Di lembah-lembah dan perbukitan Burung-burung bersenandung Riuh riang memainkan melodi bersahutan...
Baca SelengkapnyaDetails© 2025 potretonline.com