Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Karya:Tasya Febrianda Saat berhenti untuk bersandar Memohon dan berserah Agar diberi sebuah pulang Untuk dapat hidup nyaman Perjuangan yang melelahkan...
Jam Dinding Oleh Riessa Siapa aku, sehingga raga harus tergantung seharian, bagai seorang pesakitan sedang menjalanii hukum mati? Siapa aku ...
Mustiar Ar : PELABUHAN JETTI Dermaga kecil itu - Jetti Meulaboh Pada gerimis senja Ia menating sekeping harap _ renyuh...
Oleh Zulkifli Abdy Kincir-kincir waktu terus saja berputar Tak pernah berhenti walau pun sebentar Menghela nafas musafir yang kian terengah...
Oleh Zab Bransah Senja makna kata ketika rindu Angin selat Malaka deburan riak kecil bawa rindu ke seberang Senja secangkir...
Jonson Effendi Ibu ... Air matamu, lautan paling jernih Dadamu, samudera paling dalam Pikiranmu, langit paling tinggi Jiwamu lautan paling...
Oleh Alya Amira Asshifa* Langit mendung Suara tetesan air pun terdengar Membuat pikiran dan hatiku menjadi lapang Kedatanganmu Suasana pun...
Karya:Tasya Febrianda Masa merambat di ujung senja Usia sudah mulai layu Ketika mimpi sirna ditelan ego Tatkala harapan sirna Dalam...
Oleh Cut Riska Ramazaniar Guru SDIT Tahfiz, Cendikia Banda Aceh Ada yang terlahir dari keluarga yang sempurna Ada yang terlahir...
Langkahku Putri Nayla Sakinah Setiap detik telah kulewati. Setiap saat telah kurasakan. Langkahku pun telah kuteruskan Untuk menuju masa...
© 2026 potretonline.com