
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh Zulkifli Abdy Hari ini telah Jumat lagi Rasanya baru kemarin Aku masih saja duduk di sini Menikmati hangat mentari...
Baca SelengkapnyaDetailsWewangian Hujan Karya:Tasya Febrianda Impresi menguap dia atas tanah Larut bersama wewangian hujan Dibawah rintik rintik nikmat tuhan Tersemangat manis...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Jonson Effendi Panorama senja seluit tepian pantai, sekawanan burung putih pulang ke sarang hinggap di ranting bakau, suara...
Baca SelengkapnyaDetailsKarya:Tasya Febrianda Saat berhenti untuk bersandar Memohon dan berserah Agar diberi sebuah pulang Untuk dapat hidup nyaman Perjuangan yang melelahkan...
Baca SelengkapnyaDetailsJam Dinding Oleh Riessa Siapa aku, sehingga raga harus tergantung seharian, bagai seorang pesakitan sedang menjalanii hukum mati? Siapa aku ...
Baca SelengkapnyaDetailsMustiar Ar : PELABUHAN JETTI Dermaga kecil itu - Jetti Meulaboh Pada gerimis senja Ia menating sekeping harap _ renyuh...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Zulkifli Abdy Kincir-kincir waktu terus saja berputar Tak pernah berhenti walau pun sebentar Menghela nafas musafir yang kian terengah...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Zab Bransah Senja makna kata ketika rindu Angin selat Malaka deburan riak kecil bawa rindu ke seberang Senja secangkir...
Baca SelengkapnyaDetailsJonson Effendi Ibu ... Air matamu, lautan paling jernih Dadamu, samudera paling dalam Pikiranmu, langit paling tinggi Jiwamu lautan paling...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Alya Amira Asshifa* Langit mendung Suara tetesan air pun terdengar Membuat pikiran dan hatiku menjadi lapang Kedatanganmu Suasana pun...
Baca SelengkapnyaDetails© 2025 potretonline.com