
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Biodata Ringkas Marzelan bin Md Jusoh: Nama diberi Marzelan bin Md Jusoh. Nama penanya M. Perindu Seni. Dilahirkan di Pendang...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Zulkifli Abdy Kematian itu.., bagi orang yang mencintai duniawi, penantian yang ditakuti Kematian itu.., bagi orang yang mencintai ukhrawi,...
Baca SelengkapnyaDetailsSyarifuddin Aliza: LINTAS UTARA Di ujung temaram Aku dan sunyi melindap Juga sejurus lagi Dikurung kurun musim gagu Imaji gigil...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Tabrani Yunis Kala gelombang saling kejar berlari menuju pantai Riak bergulung-gulung landai Mengusap-usap pasir terbelai Ombak menari -nari sambil...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Tabrani Yunis Perempuan tua renta Siapa nan membiarkan ia berkelana Berkeliling belantara kota berjalan tertatih dengan suara terbata Turun...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Hamdani Mulya & Rosli K. Matari Aceh di bumi Indonesia memang sedia dikenalisebagai Serambi Mekah. Tetapi tahukah andabudiman, di...
Baca SelengkapnyaDetailsSemak – Puisi Anda Terpilih? Oleh Hamdani Mulya & Rosli K. Matari Berikut ini, para penyair Aceh yang memanfaatkan potretonline...
Baca SelengkapnyaDetailsPESAN UNTUK ANAKKU D Kemalawati Anakku, jika seseorang bersalah padamu Entah disengaja entah tidak Maka perlakukan ia seperti ibu Memperlakukanmu...
Baca SelengkapnyaDetailsPemuisi : Zainatul Shuhaida Abdull Rahman Di saat angin menghembusku rupanya badai membelah bumimu Di saat igauku dijentik Rupanya...
Baca SelengkapnyaDetailsPemuisi : Zainatul Shuhaida Abdull Rahman Malaysia Saudaraku Buatlah sesuatu seperti Kita hidup hanya untuk Hari ini Makanlah sesuatu...
Baca SelengkapnyaDetails© 2025 potretonline.com