Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
MOHD ADID AB RAHMAN Melaka, Malaysia Fajar Syawal tersenyum si jelita bidadari syurga di jendela tebarkan sinar pagi bagai...
RAMADHAN DI TAPAL BATAS Zulkifli Abdy Lama aku mematut rona senja yang terasa kian melambat Dan orang-orang yang tengah berpuasa...
Puisi Zab Bransah Kehadiran cinta Bermula awal doa kasih pengasih Kahadiran indah bersama cinta Rindu kasih setiap anak manusia dia...
Sesungguh Kita Merugi Delia Rawanita Demi kuda yang berlari kencang Menerbangkan debu di sepanjang derap langkah kaki yang mengeluarkan percikan...
Zulkifli Abdy Jarum arloji tua itu menunjuk angka tiga Malam yang ranum kini pun telah tua Majelis zikir telah...
Karya: Sulaiman Juned hidup adalah rangkaian keniscayaan siapa yang dapat menebak nasibnya siapa yang tahu kemalangan akan menimpa. hidup...
Oleh Zulkifli Abdy Bait-bait doa berkumandang di hamparan bumi yang sedang dilanda wabah Diantara puing-puing asa yang telah menggunung Kita...
MENCEGAT LAILATUL QADAR (LQ) 1 Lailatul Qadar - Malam kemuliaan Lebih baik dari seribu bulan !! ‘’Lailatul qadr,khairun min alfi...
Oleh : M. Perindu Seni Kuala Lumpur, Malaysia Sesungguhnya raudhah ramadan Tiada yang lebih baik dari seribu bulan Tertebar semerbak...
Zulkifli Abdy SEBAIT DOA DI TENGAH WABAH Di tengah-tengah kecamuk wabah Segala harap telah mengemuka Segenap pasrah pun mulai menepi...
© 2026 potretonline.com






