Puisi-Puisi Ramadhan Zulkifli Abdy

April 2023
Oleh: Redaksi

Zulkifli Abdy


SEBAIT DOA DI TENGAH WABAH

Di tengah-tengah kecamuk wabah

Segala harap telah mengemuka

Segenap pasrah pun mulai menepi

Mentari pagi hangatkan raga dan

sejukkan hati

Rembulan senantiasa hadir

menawar kegelapan malam

Aku mengayuh bahtera asa ini

dengan doa dan airmata

Yaa Allah.., yaa Rabb..,

Ingin aku beranjangsana ke

arasy Mu

Dan bercerita tentang apa yang

terjadi di muka bumi

Seraya kulangitkan bait-bait doa

ini keharibaan Mu

Kini hati kami sangat cemas,

jiwa kami terasa mulai rapuh

Pesan-pesan Mu dalam kitab

suci senantiasa menjadi

sandaran kami

Bahwa Engkau tidak akan

membebani manusia melainkan

sesuai dengan batas

kesanggupannya

Kendati bahu kami tidak

memikul beban, namun

batin ini terasa berat

Di tengah-tengah kecamuk wabah

Aku terus saja membaca tanda-

tanda zaman sebagaimana

firman Allah

Melalui wabah ini Allah bagaikan

mengirim pesan kepada ummat

manusia

Seketika semesta menangis

Penghuni bumi pun meratap

Tatkala wabah ini datang

Ramadhan pun menjelang

Bulan yang penuh rahmat dan

ampunan

Yaa Allah.., yaa Rabb..,

Lindungi kami dari wabah ini

Engkau akhiri semua ini atas

kasih Mu

Kami akan menunaikan ibadah

puasa

Satu-satunya amalan yang akan

kami persembahkan hanya

untuk Mu semata

Kami ingin bertemu lagi dengan

lailatul qadar di malam-malam

ganjil Ramadhan

Malam seribu bulan yang selalu

Engkau rahasiakan itu

Aku yakin segala yang berlaku

ini adalah atas kehendak Mu

Aku pun yakin wabah ini juga

akan berlalu atas kehendak Mu.

(Z.A – Banda Aceh, 3 April 2020)


MASA YANG SINGKAT

Waktu bergerak begitu cepat,

laksana bergegas

Rasanya baru saja kemarin,

kita berpuasa sebulan lamanya

Kini Ramadhan telah tiba lagi,

Menabur rahmat dan ampunan

Waktu bergerak terlalu cepat,

bagai berlari

Tak akan hirau pada yang lalai,

yang terhanyut di jeram duniawi

Apalagi yang ingin terus berada

di sini, mengabadikan dunia

Waktu terus saja melaju,

menuju ke satu titik

Dimana dunia ini akan purna,

babak baru pun telah menanti

Di sanalah kita akan berdiam,

di keabadian sesungguhnya.

(Z.A -Kutaradja, Mei 2022)

 

PENANTIAN

di ruang penantian

aroma malam semakin wangi

sewangi kasturi menyapa sunyi

sesayup tadarus nyanyian qur’ani

Menyejukkan relung-relung hati

mengurai sunyi mengusir sepi

di hati nan menanti.

(Z.A -Beranda Malam, 10 April 2023).

Tentang Penulis
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist