Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Camar Menata langkah di langit biru Bersama awan lantunkan doa Menangis pilu meraung luka Menjerit meratap bumi berlalu Bangkit...
Alkhair Aljohore@ Johor,Malaysia Aku orang tuhan Lagakku seperti Orang hutan Aku orang tuhan Lagakku sepertii ayam jantan Aku orang...
Indah Mayasari Bener Meriah, Aceh Kadang ketika lelah mendera dan kulihat indahnya bunga Kukatakan, mengapa aku tak jadi...
Zab Bransah Permata hati Bahagia atas kehadiran dirinya dia permata hati Belahan jiwa penyejuk setiap haus berpanasan Ananda dirinya bukan...
Oleh Fajar Perbedaan adalah kekayaan. Perbedaan adalah anugerah. Perbedaan itu pasti ada, dan perbedaan itu akan selalu ada selama umat...
HITAM PUTIH Kulitku hitam Syurga bukan tempat berdiam Bumi gelap hitam Dosa pinar hitam Jin/Iblis pun hitam Kerana itu...
Kata kata. Oleh Zab Bransah Bak kata itu manis ucapan merdu suara bak Buloh perindu suara biola dimainkan Indah bak...
ILALANG Aku berjalan Sendiri.. Angin meliuk-liuk Meniup ilalang Menerbangkan pasir, bebatuan Meulaboh 21.05.2023 AWAN MEMUTIHKAN BUIH Awan putih...
Oleh Zab Bransah. Langsa Aceh Indonesia. Kehadiran cinta untuk bertepi di pelabuhan malam Malam itu dia jadikan permainan rindu...
Oleh Tabrani Yunis Ngopi pagi ini ditemani matahari Secangkir kopi menebar aroma pagi Harum semerbak lahirkan inspirasi Mengalir dalam bait-bait...
© 2026 potretonline.com






