HABA Mangat

HABA Mangat

Puisi

Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.

Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.

Pancaroba

Pancaroba

Oleh Tabrani Yunis   Dik, Musim pancaroba itu tlah menerpa Sawah dan padang bagai savana Kekeringan mulai melanda Mengguncang jiwa-jiwa...

KALA

Oleh: Muhrain kadangkala kita ingin tertawa tapi masihkah tertawa diperlukan ketika perut melilit lapar dahaga? remah roti jatuh di sekujur...

Kalah

  Oleh Muhrain kita sering terbiasa dikalahkan meski bukan karena kalah sebenar jatuh dan bangkit menuju hari esok demikian ranumnya...

Bulan (2)

anto narasoma *BULAN (2)* bulan, kucairkan doa ini pada cahaya purnamamu yang berjenjang menatap kekeruhan di hatiku sebab, doa-doa dalam...

Page 40 of 94 1 39 40 41 94

HABA Mangat