
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Ketegaran Cinta Oleh Usfa Sri Rezeki Duhai cinta Kau buat aku bahagia Kau buat kadang aku berduka Namun aku terus...
Baca SelengkapnyaDetailsKarya: Sulaiman Juned kabut menggantung di kaki Marapi. Angin membelai pucuk rambut---debu vulkanik mengembara ke pucuk-pucuk ranting. Lenguh kerbau...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Zaleha Mat Ail Kota Bharu Kelantan, Malaysia Di sini Laut Cina Selatan berteriak megah nyanyian puisi indah mesra...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh: ERWIN JOKO SUSANTO Sejak terciptaku dan jumpaku denganmu Kau tersenyum bahagia kepadaku ...
Baca SelengkapnyaDetailsZulkifli Abdy Rembulan telah beranjak dari kaki langit Seperti kemarin dan mungkin juga esok Tidakkah engkau tahu bahwa aku...
Baca SelengkapnyaDetailsIbuku Karya: Suwarni Hatimu lembut penuh cinta Kau sumber cinta dari segala cinta Cinta yang kuat dan berkarisma Tak...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Tabrani Yunis Wahai kekasihku Tlah berwindu -windu berlalu Cinta dan rindu masih menggebu Andak kau ada di sini...
Baca SelengkapnyaDetailsKesaksian Anak Nelayan Oleh Zab Bransah Laut biru jadi hitam Menghantam pantai Merenggut jiwa Ini kata cobaan Ini kata berkhah...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh : Alkhair Aljohore@ Malaysia Mutakhir , Umat celaru keliru Umat kebingungan Telinga dituli, lidah digagap Adab diperap, Syariat disikat...
Baca SelengkapnyaDetailsMustiar Ar : TUHAN SAYANG ACEH Tarian laut meliuk - hentakan ribuan kaki malaikatnya tanah bertasbih Aku,kita Debu di ujung...
Baca SelengkapnyaDetails© 2025 potretonline.com