Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Β Oleh Nurul Hanny Β Adalah saya Nurul Hanny. Terlebih dahulu memohon jutaan maaf, andai ada kata-kata saya menyinggung mana-mana pihak...
Puisi Zab Bransah Langsa, Aceh Ini kisah awal cerita jejak jalan setapak mencari Tapi jejak itu Tak dihiraukan nampak walau...
CINTA SEBESAR BUANA Kata sang arjuna jika sudah ketentuan, tiada benci sebesar zarah menapak dalam jiwa seorang pencinta, puspita tersipu...
Oleh Alkhair Aljohore@ Malaysia Ramadan wadah perangi setan dan hawa nafsu Walhal , mengendali pun kita gagal! Setan terbahak-bahak Tergelak....,...
Oleh Δ°zzat Δ°sa Langkawi, Malaysia Β Memandang biasan kaca sewaktu-waktu itu aku adalah si gila bara memuncak berahi tanpa jeda...
Puisi Zulkifli Abdy Manakala kupetik tashih satu demi satu dari bilangan napas Dalam senandung zikir kala hening di malam bisu...
Rosli K. Matari Malaysia Tuan Tabrani yang saya hormati. Dikirimkan, ini pun sajak juga saya tulis seimbas senja, meminjam...
Zulkifli Abdy Jarum arloji tua itu menunjuk angka tiga Malam yang ranum kini pun telah tua Majelis zikir telah...
SAHABAT, MARI MUHASABAH DIRI (Buat sahabat-sahabat dalam kolam perjuangan ini) sahabat, kita ramai pada bilangan tapi suara sedikit kedengaran banyak...
Kepada DSO Oleh Zab BranΕa Dirimu Sinar mentari berikan padaku akan segala ketetapan hati ingin kumiliki Ada cinta betapa indah...
Β© 2026 potretonline.com