Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Ada Apa Dengan Ibuku Ibuku tidak baik baik saja Dia sering melamun Menerungi nasibnya yang mulai tak menentu. Ibuku tidak...
Oleh Junaidi Bantasyam Sembari menikmati pancaran mentari pagi, dua puisi Delia Rawanita, menebar di ruang puisi Potretonline.com, pagi ini, Sabtu...
Karya: Ace Sumanta Kupijaki bumi Menembus cahaya bumi Ada rintik, Rinai pun kusibak demi memburu waktu setelah sekian lama tak...
MENGENANG IBU Delia Rawanita Perlahan kususuri rumah ini Begitu lama tak berpenghuni Tampak debu menebal , pikiran ku berlayar.. Ku...
Oleh Alkhair Aljohore@ Di bawah langit Madinah yang terbuka, Asas kata Madani tersusun rapi, Sejarah menulis piagam, suntingan mulia,...
Ayah dan Gunung Singgalang Oleh Leni Marlina (1) Tanganmu, Ayah, bagaikan batu cadas gunung Singgalang, terbenam dalam tanah Minangkabau...
Oleh Zulkifli Abdy Kita laksana dalam perjalanan pergi, yang jika tidak hati-hati akan merugi Di jalan telah banyak aral...
*Surat Cinta Kepada Marsinah Di Surga* sbsinews -23/04/2018 Jakarta, Potretonline.com - Puisi karya En Jacob Ereste dengan judul Surat Cinta...
Oleh Alkhair Aljohore Anak-anakku, Engkau bertuah, Dikurnia otak yang geliga, Empat kali dapat 'Anugerah Dekan' dari enam semester, Ingat, itu...
Serpihan Langit Palestina Oleh Leni Marlina Kami— anak-anak yang tak punya tempat untuk tidur, terjaga oleh puing-puing langit yang...
© 2026 potretonline.com