Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh Tabrani Yunis Dik Mari duduk merapat sejenak Tataplah mataku dan lihatlah Adakah pandangan dan penglihatanku masih lurus atau membengkok...
Oleh Mustiar Ar Ia Aceh, lahir dari tanah yang tak suka tunduk.Langkahnya ditempa ombak dan doa panjang.Ia diam bukan karena...
Puisi 1 IBU YANG MENJAHIT LUKA ACHEH Ibu tidak sempat menutup jendela banjir menggoncang tanpa amaran di dadanya, anak kecil...
Oleh Alkhair Aljohore Kami menulis bukan menunjukKami menulis untuk fahamKata datang dari sunyiBukan dari dada sombong Ilham itu bukan milikHanya...
Halte Kita terus mencari perhentian semu padahal hakikat diri kita ialah temu Manusia selalu menjelma sebuah pisau yang memiliki dua...
Sajak Pamflet Marlin Dinamikanto sebenarnya aku mau tiduristirahat di pembaringandengar lagu Lullabybiar hati tenangseperti daun yang jatuhdipeluk anginhanyut ke telaga...
ilustrasi istimewa anto narasoma bagian I)pada perjalanan malam,Kau kenalkan cahaya iman yang tak terukur dari jarak ke jarak sebab,dari kecepatan...
Sesap AsapCut Putri Dinata (Inong Literasi) Belakang rumah kita tanah terhamparTak ada semakLenyap belukarDisesap asapApi meranggas, melebar diterbang anginLangit kelabu.Bukan...
RETAK HATE Gulita memeluk malam dengan sabar,jangkrik mengalun seperti doa kecil.Panyot berkelip di sudut rumah,menahan letih cahaya yang tersisa.Azan subuh...
Limpahan rahmat- Mu Genggamlah ikrar inihanya satuhanya Esatidak menyerupai benda lain Dakaplah di dadamuucapan tiada tuhan hanya AllahNabi Muhamad Rasullullahpenghulu...
© 2026 potretonline.com






