
Puisi Anto Narasoma:Akhirnya Mati akhirnya,tanah itu terkulai dalam tumpukan kekejian yang membawa kematian bagi tangan-tangan terkulai dalam genangan lumpuryang menyisakan...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh: Emi Suy Pagi Jakarta pada Minggu, 14 Desember 2025, tidak hanya dibuka oleh langkah kaki warga yang memadati kawasan...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Mustiar Ar Dulu ia membunuh tanpa rasa,menyebut luka orang lain itu biasa. Kini giliran itu tiba,jeritnya minta keadilan segera....
Baca SelengkapnyaDetailsOleh: Novita Sari Yahya Hari Kebudayaan dan Karnaval Seremonial Pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menetapkan Hari Kebudayaan Nasional dan...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Novita Sari Yahya Bayangkan: Mesin menguasai data, tapi hanya imajinasi manusia yang ciptakan wayang dan batik. Di Indonesia, kekuatan...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Novita Sari Yahya Mochtar Lubis, dalam karyanya Manusia Indonesia (1977), memaparkan salah satu ciri khas masyarakat Indonesia adalah kemunafikan,...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Novita Sari Yahya Pendidikan kebangsaan Indonesia memainkan peran penting dalam membentuk karakter dan identitas budaya yang kuat, terutama dalam...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Novita Sari Yahya Kain tradisional Indonesia yang mudah terurai di tanah biasanya terbuat dari serat alami dan diwarnai dengan...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh: Dayan Abdurrahman “Barang siapa hari ini sama seperti kemarin, maka ia merugi. Barang siapa hari ini lebih buruk dari...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Gunawan TrihantoroSekretaris Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah dan Ketua Satupena Blora Penetapan tanggal 17 Oktober sebagai Hari Kebudayaan Nasional...
Baca SelengkapnyaDetails© 2025 potretonline.com