
Oleh Dayan Abdurrahman, Akal Sehat yang Kian Langka Indonesia hari ini menyaksikan politik yang semakin jauh dari nalar. Koalisi partai...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Rivaldi Presiden Republik Indonesia kala itu pernah berkoar di penggung politiknya: "Kita tidak boleh lagi tunduk kepada negara lain,...
Baca SelengkapnyaDetailsSaya, Muhammad Abrar, S.E., M.E., C.GM., C.HL., C.PS., C.TM., C.MTr, saya aktif menulis diberbagai platform media nasional, saya juga terus...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh: Riski Alfandi Pendahuluan: Demokrasi Visual dan Era Politik Simbolik Tindakan ini kemudian menjadi viral, mendominasi ruang media sosial dan pemberitaan, serta membentuk persepsi publik bahwa pemimpin tersebut "turun langsung" dan "berkomitmen pada nilai-nilai masyarakat". Namun, apakah tindakan ini benar-benar mencerminkan kepemimpinan substantif, atau justru menandai pergeseran politik ke arah panggung performatif dan post-truth? Untuk menjawab pertanyaan ini, tulisan ini akan mengkaji fenomena tersebut melalui pendekatan multidisipliner yang menggabungkan teori politik simbolik (Edelman), teori performativitas (Butler dan Alexander), konsep populisme(Laclau dan Müller), serta analisis politik post-truth (Keyes dand’Ancona). Melalui pendekatan ini, kita akan melihat bagaimana kekuasaan hari ini banyak dimainkan dalam ruang simbolik dan performatif, yang secara paradoks justru menjauhkan pemimpindari tanggung jawab kebijakan yang substantif. Politik Simbolik: Kekuasaan yang Dibangun dari Imajinasi Menurut Murray Edelman dalam The...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Heri Iskandar Jambo Politek Aneuk Nanggroe--‐------------‐------------------------------------Selasa, 20/5/2025 (Edisi 2191) "Rame that yang dilantik menjadi pejabat le Pak Gubernur kah...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Arif Afandi Jujur saya agak risau dengan diskursus politik yang terjadi belakangan ini. Karena yang di permukaan lebih banyak...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Heri Iskandar --‐------------‐-----------------------------------------Sabtu, 26/4/2025 (Edisi 1031) "MESTINYA INI menjadi peringatan bagi para Menteri, khususnya bagi Ketua Umum Partai Politik...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Rosadi Jamani Roy Suryo, dr Tifa sering menyerang Gibran. Sekarang giliran 103 jenderal purnawirawan malah minta Gibran diganti jadi...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Heri Iskandar Jambo Politek Aneuk Nanggroe--‐------------‐------------------------------------Kamis, 24/4/2025 (Edisi 2165) "Menurot kah pue na hubungan antara Faisal Amaco ngen Walikota...
Baca SelengkapnyaDetailsCara Mudah Merawat Logika Oleh Heri Iskandar. Senin, 21/4/2025 (Edisi 1365) "Menurut hemat kau Pak Bos kita akan maju lagi...
Baca SelengkapnyaDetails© 2025 potretonline.com