Oleh Hamdan BudimanJurnalis Dalam sejarah umat manusia, kata-kata memiliki kekuatan yang luar biasa. Mereka tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi...
Oleh: Riski Alfandi Pendahuluan: Demokrasi Visual dan Era Politik Simbolik Tindakan ini kemudian menjadi viral, mendominasi ruang media sosial dan pemberitaan, serta membentuk persepsi publik bahwa pemimpin tersebut "turun langsung" dan "berkomitmen pada nilai-nilai masyarakat". Namun, apakah tindakan ini benar-benar mencerminkan kepemimpinan substantif, atau justru menandai pergeseran politik ke arah panggung performatif dan post-truth? Untuk menjawab pertanyaan ini, tulisan ini akan mengkaji fenomena tersebut melalui pendekatan multidisipliner yang menggabungkan teori politik simbolik (Edelman), teori performativitas (Butler dan Alexander), konsep populisme(Laclau dan Müller), serta analisis politik post-truth (Keyes dand’Ancona). Melalui pendekatan ini, kita akan melihat bagaimana kekuasaan hari ini banyak dimainkan dalam ruang simbolik dan performatif, yang secara paradoks justru menjauhkan pemimpindari tanggung jawab kebijakan yang substantif. Politik Simbolik: Kekuasaan yang Dibangun dari Imajinasi Menurut Murray Edelman dalam The...
Oleh Heri Iskandar Jambo Politek Aneuk Nanggroe--‐------------‐------------------------------------Selasa, 20/5/2025 (Edisi 2191) "Rame that yang dilantik menjadi pejabat le Pak Gubernur kah...
Oleh Heri Iskandar --‐------------‐-----------------------------------------Sabtu, 26/4/2025 (Edisi 1031) "MESTINYA INI menjadi peringatan bagi para Menteri, khususnya bagi Ketua Umum Partai Politik...