Rubrik Esai menghadirkan tulisan-tulisan reflektif yang merangkai pemikiran mendalam, kritik halus, dan pengalaman personal menjadi satu kesatuan naratif. Setiap esai mengajak pembaca melihat dunia dari sudut pandang yang lebih jernih—melampaui berita harian dan opini cepat.
Di sini, gagasan diolah dengan bahasa yang tenang namun tajam, memberi ruang bagi penulis untuk bertanya, meragukan, menantang, dan menemukan makna di balik peristiwa. Rubrik ini menjadi tempat bagi suara yang ingin merenungkan hidup, zaman, dan manusia dengan cara yang lebih intim dan intelektual.
Oleh: Novita Sari Yahya Langit senja di halaman rumah itu selalu tampak lebih tenang daripada hati penghuninya. Angin berembus pelan,...
Oleh Fileski Walidha Tanjung Saya menulis kuratorial ini bukan dari jarak aman seorang pengamat, melainkan dari posisi yang lebih rapuh:...
Efek Puasa pada Etika Sosial? Oleh Denny JA Pukul 03.27 dini hari. Dapur kecil itu menyala lebih dulu daripada matahari....
Oleh : Alkhair Aljohore Ramadan tidak datang untuk memuliakan manusia, tetapi untuk memalukan kesombongan rohani. Ia hadir bukan sebagai hadiah,...
(Catatan dari workshop Storytelling) Bagian Ketiga Oleh Tabrani Yunis Sudah dua tulisan ditulis mengenai workshop Storytelling yang diselenggarakan Program *BICARA*...
Oleh: Syarifudin Brutu Neraka hari itu sedang tidak kondusif. Suasananya lebih semrawut daripada antrean sembako gratis di depan pendopo gubernur...
Oleh Fileski W Tanjung Sabtu malam, 14 Februari 2026, pukul 19.00 WIB, di I-Club, Jalan Bali Nomor 17, Kota Madiun,...
Oleh Ryan P. Putra Pagi itu, suasana Hotel Mercure Madiun terasa berbeda. Langkah-langkah cepat para pelaku usaha memenuhi lobi, obrolan...
Oleh : Isya FakrianiTaruni kelas X APAT SMKN 1 Jeunieb, Bireun Pagi ini, langit Jeunieb tampak cerah, seolah ikut menyambut...
Oleh Isya Fakhriani Taruni SMK Negeri 1 Jeunieb, Bireun Tentang cinta yang diam-diam menjaga.Tidak semua cinta di dunia ini tampil...
© 2026 potretonline.com