
Rubrik Esai menghadirkan tulisan-tulisan reflektif yang merangkai pemikiran mendalam, kritik halus, dan pengalaman personal menjadi satu kesatuan naratif. Setiap esai mengajak pembaca melihat dunia dari sudut pandang yang lebih jernih—melampaui berita harian dan opini cepat.
Di sini, gagasan diolah dengan bahasa yang tenang namun tajam, memberi ruang bagi penulis untuk bertanya, meragukan, menantang, dan menemukan makna di balik peristiwa. Rubrik ini menjadi tempat bagi suara yang ingin merenungkan hidup, zaman, dan manusia dengan cara yang lebih intim dan intelektual.
Bagian kedua Oleh Teuku Masrizar Berdomisili di Tapaktuan, Aceh Selatan Raja Kreobot semakin bigung menghadapi situasi negeri yang serba sulit....
Baca SelengkapnyaDetailsKlaim bahwa Indonesia menang diplomasi atas Amerika Serikat dalam kesepakatan dagang bebas pajak adalah bentuk baru dari donasi kebodohan politik....
Baca SelengkapnyaDetailsPernahkah Anda berpikir, siapa Anda di antara miliaran manusia di atas bumi ini? Barangkali Anda tokoh bagi lingkungan kecil Anda...
Baca SelengkapnyaDetailsAda pertanyaan menarik ketika ngopi malam itu. Malam di mana para muda-mudi memadu kasih dan janji setia. Malam banyak yang...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Rivaldi Aceh, lon sayang. Kalimat itu bukan sekadar ungkapan, tapi jeritan batin yang penuh luka sekaligus harapan. Ada dua...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Luhur Susilo SMPN 1 Sambong dan Pengurus Satupena Blora Pagi itu, langit Sambong merekah cerah saat 595 siswa baru...
Baca SelengkapnyaDetails(Kisah Rohana Kudus)Padang Panjang, 1910. Di ruang kecil bersusun buku dan majalah dari Hindia hingga Mesir, seorang perempuan muda membasahi...
Baca SelengkapnyaDetailsKorespondensi saya dan Nietzsche seingat saya di semester tiga kuliah, tentu imajiner. Saat itu Socrates, Plato, Aristoteles baru 'ngekos' di...
Baca SelengkapnyaDetails(Esai Reflektif tentang Kasih yang Menjernihkan Jiwa) Oleh Gunawan TrihantoroKetua Satupena Kabupaten Blora dan Sekretaris Kreator Era AI Jawa Tengah...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh : Doddi Ahmad Fauji Ada banyak cara membangun sebuah negeri. Sebagian memilih jalan industri. Sebagian lagi mengandalkan tambang, atau...
Baca SelengkapnyaDetails© 2025 potretonline.com