Rubrik Esai menghadirkan tulisan-tulisan reflektif yang merangkai pemikiran mendalam, kritik halus, dan pengalaman personal menjadi satu kesatuan naratif. Setiap esai mengajak pembaca melihat dunia dari sudut pandang yang lebih jernih—melampaui berita harian dan opini cepat.
Di sini, gagasan diolah dengan bahasa yang tenang namun tajam, memberi ruang bagi penulis untuk bertanya, meragukan, menantang, dan menemukan makna di balik peristiwa. Rubrik ini menjadi tempat bagi suara yang ingin merenungkan hidup, zaman, dan manusia dengan cara yang lebih intim dan intelektual.
(Catatan dari workshop Storytelling) Bagian Ketiga Oleh Tabrani Yunis Sudah dua tulisan ditulis mengenai workshop Storytelling yang diselenggarakan Program *BICARA*...
Read moreDetailsOleh: Syarifudin Brutu Neraka hari itu sedang tidak kondusif. Suasananya lebih semrawut daripada antrean sembako gratis di depan pendopo gubernur...
Read moreDetailsOleh Fileski W Tanjung Sabtu malam, 14 Februari 2026, pukul 19.00 WIB, di I-Club, Jalan Bali Nomor 17, Kota Madiun,...
Read moreDetailsOleh Ryan P. Putra Pagi itu, suasana Hotel Mercure Madiun terasa berbeda. Langkah-langkah cepat para pelaku usaha memenuhi lobi, obrolan...
Read moreDetailsOleh : Isya FakrianiTaruni kelas X APAT SMKN 1 Jeunieb, Bireun Pagi ini, langit Jeunieb tampak cerah, seolah ikut menyambut...
Read moreDetailsOleh Isya Fakhriani Taruni SMK Negeri 1 Jeunieb, Bireun Tentang cinta yang diam-diam menjaga.Tidak semua cinta di dunia ini tampil...
Read moreDetailsOleh : Aura Serene * Abu-abu di atas langit merangkul raga di bawah sana. Kelompak bunga menumpahkan putik, menawar madu. Katanya hari...
Read moreDetailsOleh Nyakman Lamjame Di bawah temaram lampu jalan yang membiaskan kabut tipis, seorang pemuda gondrong berdiri mematung di jembatan penyeberangan....
Read moreDetailsOleh: Hendra ErJubir Aliansi Gerobak Cangpanah POTRET lahir bukan dari gemuruh media yang sibuk mengejar sensasi politik, isu SARA, atau...
Read moreDetailsPendidikan, Budaya, dan Masa Depan Peradaban Oleh Nyakman Lamjame Hadirin sekalian, Bayangkan hutan Leuser yang rimbun, yang selama berabad-abad menahan...
Read moreDetails