Oleh Delia Rawanita Paling menyenangkan pada saat menunggu bel istirahat. Seperti biasanya aku pasti tancap gas menuju ke perpustakaan....
Read moreDetailsCerpen : Muslailati Rala Novila (Untuk jiwa yang kisruh) “ Kamu dari mana, Mela?” MAAF langsung menyapaku dan menghalangi jalanku...
Read moreDetailsMonas menjadi lautan manusia. Hamparan yang biasanya hijau bila dilihat dari atas gedung-gedung sekelilingnya itu kini berubah warna menjadi putih...
Read moreDetailsOleh Firman Fadilah Mereka saling tatap di depan sebuah kafe. Seorang lelaki dan perempuan. Ke empat mata itu seolah menelisik ragu,...
Read moreDetailsFoto dok.NokenstudioOleh: Aulia ManafAku sangat merindukan kamu, Banyu! Merindukan senyummu. Merindukan segalanya darimu. Namun hanya satu hal yang tak bisa...
Read moreDetailsOleh Juliana A. HamidBerdimisili di Banda Aceh Seragam putih merah masih melekat di tubuh gadis mungil itu. Matahari menyinari bumi Allah...
Read moreDetailsOleh : Sitti Zahara TarmiziSiswi SMA Negeri 1 Bandardua, Ule Gle, PidieJjayaSuara halilintar membuat Sitti terbangun dari tidurnya. Ia...
Read moreDetailsOleh : Sitti Zahara TarmiziSiswi SMA Negeri 1 Ule Gle, Bandar Dua, Pidie jayaSayup-sayup terdengar suara azan subuh berkumandang di...
Read moreDetailsOleh Zakia OliviaBerdomisili di SurabayaTidak ada yang menarik dariku. Jika kalian bertanya bagaimana rupaku, aku akan memilih skala sedang untuk...
Read moreDetailsKarya : M. Mufti Syahreza Angin sepoi-sepoi mengikuti gerak tanganku yang menari-menari di atas selembar kertas buram. Jari jemariku seolah tak...
Read moreDetails