POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Kenapa Tidak Berempati pada Gaza?

Rosadi JamaniOleh Rosadi Jamani
January 12, 2025
Tags: #Kebakaran#Los Angeles
Kenapa Tidak Berempati pada Gaza?
🔊

Dengarkan Artikel

 

Oleh Rosadi Jamani

Tiga hari lalu saya menulis tentang kebakaran hebat di Los Angeles, Amerika Serikat. Di dalam tulisan itu ada narasi begini, “Saya tahu banyak tidak senang dengan Amerika Serikat. Tak ada salahnya, kita sedikit berempati pada korban kebakaran.” Narasi ini banyak tak terima. Komentar membanjiri akun saya. “Kenapa kamu tidak berempati pada Gaza. Mana buktinya kamu berempati pada Gaza.” Banyak sekali ungkapan itu ditujukan pada saya.

Sambil bersiap pulang ke Pontianak setelah empat hari di Sambas, yok kita bahas lagi soal empati. Kopi jangan lupa, wak!

Di dunia yang katanya beradab ini, manusia sering lupa caranya menjadi manusia. Mereka berdiri di atas reruntuhan empati, menikmati puing-puing tragedi yang mereka sebut keadilan.

Gaza. Sebuah tanah yang lebih sering jadi kuburan massal dari tempat tinggal. Sejak 7 Oktober 2023, lebih dari 46.006 nyawa terenggut. Angka itu bukan sekadar statistik. Di baliknya, ada bayi yang belum sempat merasakan pelukan ibunya, ada ibu yang menggenggam tangan anaknya yang telah dingin, ada lelaki tua yang menggali makam dengan tangannya sendiri karena tak ada lagi yang tersisa.

Tapi empati itu mahal. Lebih mudah tertawa melihat Los Angeles terbakar. Bila perlu seluruh Amerika terbakar. Menyebutnya karma. Menganggapnya balasan. Seolah api yang melahap rumah-rumah itu bisa membakar dosa-dosa Amerika, seolah teriakan mereka di sana menjadi hiburan pengalihan dari tangisan Gaza.

📚 Artikel Terkait

Teungku Chiek Kuta Karang: Ulama Pejuang, Ahli Falak dan Penasehat Perang Aceh.

Memahami Interseksionalitas: Pendekatan Holistik dalam Isu Gender dan Inklusi Sosial

Komunitas Seni Kuflet Padang Panjang Resmi Luncurkan Antologi Puisi “Negeri Bencana”

RA Kartini di Era Artificial Intelligence

“Kenapa tidak berempati pada Gaza?” Pertanyaan itu dilemparkan dengan nada getir, diiringi tatapan menuduh. Seolah empati adalah sumber daya yang terbatas, hanya bisa dicurahkan ke satu arah. Jika kau berduka untuk Los Angeles, maka kau pengkhianat Gaza. Jika kau menangisi Gaza, maka kau tak boleh peduli pada kota lain yang terbakar.

Apa empati harus diperebutkan? Apa belas kasih harus dihitung seperti uang receh yang habis sebelum sampai akhir bulan?

Gaza, Los Angeles. Jarak mereka ribuan kilometer, tapi deritanya sama, hilangnya nyawa, hancurnya harapan, langit yang berubah menjadi abu. Bedanya hanya pada siapa yang menonton dan siapa yang diam.

Mereka bilang manusia itu makhluk mulia. Tapi, bukankah kita sering kali lebih seperti binatang? Tertawa melihat penderitaan. Merayakan bencana karena dendam. “Biar saja terbakar,” kata mereka. “Itu balasan.” “Saya lebih berempati pada hewan yang terbakar, bukan manusia.” “Saya kok malah senang.” Ungkapan senang, happy melihat LA terbakar begitu ramai dan massif.

Ah, kalau begitu, mari kita hentikan sandiwara ini. Tak perlu lagi bicara tentang kemanusiaan. Kemanusiaan sudah lama mati, terkubur di bawah reruntuhan Gaza, hangus di dalam api Los Angeles.

Diamlah, kalian yang berteriak tentang empati sambil menonton kebakaran dengan camilan di tangan. Jangan pura-pura peduli, kalian yang memilih tragedi mana yang layak dikasihani.

Gaza menangis, Los Angeles juga. Tapi manusia, mereka hanya melihat. Dengan mata yang kosong. Dengan hati yang sudah lama membeku.

#camanewak
Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 138x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 98x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Tags: #Kebakaran#Los Angeles
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Bireuen Apresiasi Majalah POTRET di Hari Jadi ke-22

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Bireuen Apresiasi Majalah POTRET di Hari Jadi ke-22

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00