• Latest
Kenapa Tidak Berempati pada Gaza?

Kenapa Tidak Berempati pada Gaza?

Januari 12, 2025
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Kenapa Tidak Berempati pada Gaza?

Rosadi Jamani by Rosadi Jamani
Januari 12, 2025
in Amerika, Analisis, Artikel
Reading Time: 2 mins read
0
Kenapa Tidak Berempati pada Gaza?
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

 

Oleh Rosadi Jamani

Tiga hari lalu saya menulis tentang kebakaran hebat di Los Angeles, Amerika Serikat. Di dalam tulisan itu ada narasi begini, “Saya tahu banyak tidak senang dengan Amerika Serikat. Tak ada salahnya, kita sedikit berempati pada korban kebakaran.” Narasi ini banyak tak terima. Komentar membanjiri akun saya. “Kenapa kamu tidak berempati pada Gaza. Mana buktinya kamu berempati pada Gaza.” Banyak sekali ungkapan itu ditujukan pada saya.

Sambil bersiap pulang ke Pontianak setelah empat hari di Sambas, yok kita bahas lagi soal empati. Kopi jangan lupa, wak!

Baca Juga

20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026

Di dunia yang katanya beradab ini, manusia sering lupa caranya menjadi manusia. Mereka berdiri di atas reruntuhan empati, menikmati puing-puing tragedi yang mereka sebut keadilan.

Gaza. Sebuah tanah yang lebih sering jadi kuburan massal dari tempat tinggal. Sejak 7 Oktober 2023, lebih dari 46.006 nyawa terenggut. Angka itu bukan sekadar statistik. Di baliknya, ada bayi yang belum sempat merasakan pelukan ibunya, ada ibu yang menggenggam tangan anaknya yang telah dingin, ada lelaki tua yang menggali makam dengan tangannya sendiri karena tak ada lagi yang tersisa.

Tapi empati itu mahal. Lebih mudah tertawa melihat Los Angeles terbakar. Bila perlu seluruh Amerika terbakar. Menyebutnya karma. Menganggapnya balasan. Seolah api yang melahap rumah-rumah itu bisa membakar dosa-dosa Amerika, seolah teriakan mereka di sana menjadi hiburan pengalihan dari tangisan Gaza.

“Kenapa tidak berempati pada Gaza?” Pertanyaan itu dilemparkan dengan nada getir, diiringi tatapan menuduh. Seolah empati adalah sumber daya yang terbatas, hanya bisa dicurahkan ke satu arah. Jika kau berduka untuk Los Angeles, maka kau pengkhianat Gaza. Jika kau menangisi Gaza, maka kau tak boleh peduli pada kota lain yang terbakar.

Apa empati harus diperebutkan? Apa belas kasih harus dihitung seperti uang receh yang habis sebelum sampai akhir bulan?

Gaza, Los Angeles. Jarak mereka ribuan kilometer, tapi deritanya sama, hilangnya nyawa, hancurnya harapan, langit yang berubah menjadi abu. Bedanya hanya pada siapa yang menonton dan siapa yang diam.

Mereka bilang manusia itu makhluk mulia. Tapi, bukankah kita sering kali lebih seperti binatang? Tertawa melihat penderitaan. Merayakan bencana karena dendam. “Biar saja terbakar,” kata mereka. “Itu balasan.” “Saya lebih berempati pada hewan yang terbakar, bukan manusia.” “Saya kok malah senang.” Ungkapan senang, happy melihat LA terbakar begitu ramai dan massif.

Ah, kalau begitu, mari kita hentikan sandiwara ini. Tak perlu lagi bicara tentang kemanusiaan. Kemanusiaan sudah lama mati, terkubur di bawah reruntuhan Gaza, hangus di dalam api Los Angeles.

Diamlah, kalian yang berteriak tentang empati sambil menonton kebakaran dengan camilan di tangan. Jangan pura-pura peduli, kalian yang memilih tragedi mana yang layak dikasihani.

Gaza menangis, Los Angeles juga. Tapi manusia, mereka hanya melihat. Dengan mata yang kosong. Dengan hati yang sudah lama membeku.

#camanewak
Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 337x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 298x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 248x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 238x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 192x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Tags: #Kebakaran#Los Angeles
SummarizeShare234Tweet146
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Baca Juga

No Content Available
Next Post
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Bireuen Apresiasi Majalah POTRET di Hari Jadi ke-22

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Bireuen Apresiasi Majalah POTRET di Hari Jadi ke-22

HABA Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Januari 16, 2026

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Februari 17, 2026

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    886 shares
    Share 354 Tweet 222
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    872 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com