• Latest
Monolog, “Suara Perempuan dari Lampadang” - 03e43d92 ad7d 480a b4c8 817db5102f7f | POTRET Budaya | Potret Online

Monolog, “Suara Perempuan dari Lampadang”

Januari 4, 2025
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Monolog, “Suara Perempuan dari Lampadang” - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | POTRET Budaya | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
cd371ba6-715d-447b-b94a-30123cf2d952

Pendidikan Hadapi Ancaman Nyata

Maret 31, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Rabu, April 1, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
Monolog, “Suara Perempuan dari Lampadang” - 03e43d92 ad7d 480a b4c8 817db5102f7f | POTRET Budaya | Potret Online

Monolog, “Suara Perempuan dari Lampadang”

Redaksi by Redaksi
Januari 4, 2025
in POTRET Budaya, Puisi, Sastra
Reading Time: 2 mins read
0
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

L K Ara

*(Seorang Perempuan berdiri di tengah panggung, mengenakan pakaian tradisional Aceh. Di tangannya tergenggam rencong kecil. Wajahnya penuh keteguhan. Ia berbicara dengan nada pelan, tapi penuh keyakinan.)*

**Perempuan**
Aku hanyalah seorang perempuan dari Lampadang.
Tidak ada yang istimewa dalam hidupku—
Sejak kecil, aku hanya mengenal sawah, sungai, dan masjid di ujung kampung.
Namun, ada satu yang aku pelajari dari ayahku:
Jika kau membiarkan kehormatan diinjak,
kau kehilangan segalanya.

*(Ia menatap rencong di tangannya, lalu menghela napas panjang.)*

Hari itu, aku melihatnya sendiri.
Langit yang cerah tiba-tiba memerah.
Asap hitam melingkupi udara.
Masjid kita—Baiturrahman—terbakar.
Rumah Tuhan kita, diinjak oleh mereka yang mengaku penguasa.
Dan aku bertanya pada diriku sendiri:
Apakah ini saatnya diam?
Apakah aku hanya seorang perempuan yang tak berdaya?

*(Ia berjalan perlahan, matanya menatap jauh seolah mengingat kejadian itu.)*

Aku memanggil saudara-saudaraku.
“Lihatlah ini!” kataku pada mereka.
“Apakah kita akan membiarkan tanah kita dicemari?
Apakah kita akan membiarkan api membakar iman kita?”
Mereka mendengarkan.
Mereka mengerti.
Dan bersama-sama, kami bangkit.

*(Ia menggenggam rencongnya dengan erat, suaranya semakin lantang.)*

Aku tidak peduli siapa diriku.
Aku tidak peduli apakah aku seorang perempuan
Aku tahu satu hal:
Tanah ini milik kita.
Dan kehormatan ini adalah harga diri kita.

*(Ia berhenti sejenak, pandangannya beralih ke penonton, penuh emosi.)*

Baca Juga

di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026

Aku melihat Kohler jatuh.
Ya, ia jatuh di atas tanah yang ia injak dengan congkak.
Namun, tahukah kalian?
Kemenangan itu hanyalah awal.
Aku tahu esok akan lebih berat.
Mereka akan datang lagi,
Dengan lebih banyak pasukan, lebih banyak senjata.
Tapi aku tak takut.
Karena aku percaya—
Selama iman ini tetap ada di hati kami,
Tidak ada penjajah yang bisa menghancurkan kami.

*(Ia mengangkat rencongnya tinggi-tinggi, lalu berbicara dengan penuh tekad.)*

Aku adalah suara dari Lampadang.
Aku adalah bara yang takkan padam.
Dan selama bumi ini berputar,
Aku akan terus berjuang.

ADVERTISEMENT

*(Cahaya panggung mulai meredup. Perempuan itu berdiri tegak, wajahnya tetap tegas, sebelum lampu benar-benar padam.)*

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 342x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 312x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare235Tweet147
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a
#Amerika

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa
Artikel

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi
Esai

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib
#Cerpen

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
Next Post
Monolog, “Suara Perempuan dari Lampadang” - ca0e1fd4 92f1 43c1 b792 b9187a247ee5 | POTRET Budaya | Potret Online

Kisah Bocornya Ban dan Heroisme Tersembunyi

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com