• Latest
Untaian Puisi-Puisi Penuh Makna L.K. Ara - 4c5bcee3 a686 4315 a57e 80a574aa3bb9 | POTRET Budaya | Potret Online

Untaian Puisi-Puisi Penuh Makna L.K. Ara

Januari 3, 2025
Ilustrasi ketidakadilan hukum terhadap rakyat kecil

Hukum yang “Sakit” Hati : Rakyat Kecil Hanya Bisa Mengeluh

Maret 31, 2026
0bbaafe3-989c-40ac-89fc-d0335c56d343

Dubai Kota Impian Pelan-pelan Menuju Kota Hantu

Maret 31, 2026
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026
Untaian Puisi-Puisi Penuh Makna L.K. Ara - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | POTRET Budaya | Potret Online

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
OSIS

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Untaian Puisi-Puisi Penuh Makna L.K. Ara

Redaksiby Redaksi
Januari 3, 2025
A A
Reading Time: 2 mins read
Untaian Puisi-Puisi Penuh Makna L.K. Ara - 4c5bcee3 a686 4315 a57e 80a574aa3bb9 | POTRET Budaya | Potret Online
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

L.K. Ara:

BALADA ANAK DAN PADANG PADI

Di kaki langit yang biru membentang,
Seorang ayah memegang tangan,
Jemari kecil, jemari harapan,
Disanding lembut, penuh pesan.

“Anakku, lihatlah sawah luas,
Petak-petaknya tak pernah lepas,
Mengalir air kasih tak terbatas,
Menumbuhkan cinta yang tak terbalas.”

Di tengah padang, padi berbisik,
“Tumbuhlah besar, penuh peluk zikir,”
Diam-diam ia diasuh semesta,
Mengajarkan ikhlas, pelajaran utama.

“Belajarlah, nak, dari padi sederhana,
Yang diam, rendah, meski penuh makna,
Saat dewasa, ia merunduk tunduk,
Dalam doa khusyuk, tak pernah angkuh.”

Di ujung senja, ayah berkata,
“Hidup itu memberi, bukan meminta,
Seperti padi, kita lahir berbagi,
Agar hidup berarti, hingga nanti.”

Langit meredup, cahaya memudar,
Anak memandang, hatinya bergetar,
Jemari kecil menggenggam erat,
Ia belajar cinta, dalam sunyi yang hangat.

Kalanareh, 2024

 

L K Ara

Di Balik Cermin Negeri

Aku sering bertanya-tanya, di mana kita kini? Di balik cermin ini, aku melihat wajah-wajah yang familiar—wajah bangsa ini. Kita punya tanah yang subur, alam yang melimpah, kekayaan yang seharusnya membawa kesejahteraan. Tapi kenapa aku melihat ke dalam cermin ini, dan yang aku temui adalah bayang-bayang kelaparan? Kenapa aku melihat baju-baju lusuh, wajah lelah, tangan yang terulur tapi tidak mendapat jawaban?

Kita ini seperti apa, sebenarnya? Negeri yang begitu kaya, namun hidup dalam jerat utang. Berapa lama kita akan terus dikejar oleh angka-angka yang semakin membengkak? Janji-janji pembangunan yang diucapkan para pemimpin—apakah itu hanya kata-kata kosong, angin yang berlalu tanpa meninggalkan bekas?

Lihat, di depan cermin ini, aku bisa melihat betapa rapuhnya kita. Kita menyebut diri kita bangsa besar, tapi seringkali tidak mampu mengendalikan kerakusan. Korupsi merajalela, dan siapa yang harus menanggung? Anak cucu kita. Generasi yang lahir dengan beban berat di pundaknya, yang bahkan tak pernah memilih beban itu. Aku melihat mereka—mereka yang tumbuh tanpa akar, tanpa harapan.

Lalu aku bertanya, di mana nurani kita? Di mana keberanian untuk melawan ketidakadilan? Apakah kita terlalu takut untuk mengubah keadaan? Kita lebih nyaman hidup dalam kebisuan, dalam ketidakpedulian. Tapi bisakah kita terus membiarkan ini? Bisakah kita terus menjadi bangsa yang terlena dalam mimpi, sementara dunia terus bergerak maju?

Kadang aku berpikir, mungkin kita sedang menunggu sesuatu. Sesuatu yang besar, yang bisa mengubah arah perjalanan kita. Tapi aku tahu, perubahan itu tidak akan datang dengan sendirinya. Kita yang harus bergerak. Kita yang harus memulai. Jika bukan kita, siapa lagi? Jika bukan sekarang, kapan?

Dan aku bertanya pada diri sendiri, apakah aku akan menjadi bagian dari perubahan itu? Ataukah aku akan tetap menjadi bagian dari mereka yang diam, yang menonton tanpa bertindak?

Ya, kita mungkin tak bisa mengubah segalanya dalam sekejap. Tapi bukankah setiap perjalanan dimulai dengan satu langkah kecil? Kita bisa mulai dengan diri kita sendiri—dengan nilai-nilai yang kita pegang, dengan sikap kita terhadap sesama, dengan cara kita memimpin. Negeri ini bukan hanya milik mereka yang di atas, ini milik kita semua.

Baca Juga

76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
a0874485-5883-4836-9faa-17bcddc8a681

Kepiting Dalam Baskom

Maret 29, 2026
5de97004-0731-46d3-b7a2-38575dadc077

Serangkai Puisi Putri Nanda Roswati

Maret 28, 2026
ADVERTISEMENT

Dan di balik cermin ini, aku melihat harapan. Harapan bahwa suatu hari, wajah kita akan mencerminkan bangsa yang adil, yang jujur, yang berani melawan segala bentuk penindasan. Mungkin itu masih jauh, tapi aku percaya, jika kita bersama, kita bisa menggapainya.

Kalanareh, 2024

 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 339x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 304x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 292x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 192x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Discussion about this post

Next Post
Untaian Puisi-Puisi Penuh Makna L.K. Ara - dd192dd7 911a 45ce abb9 6776079cf431 | POTRET Budaya | Potret Online

Ranking FIFA dan Mimpi Indah Timnas

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com