Dengarkan Artikel
Lahir di Sela Ombak Gelisah
Karya: Ace Sumanta
Aku tak dilahirkan dalam ombak yang gelisah
Aku dilahirkan pada dedaunan saat hujan gerimis
Masih tetap gelisah melihat saudara yang belum tergapai mimpi
Seharusnya saat ini sudah mencapai kemerdekaan yang dewasa.
Tanpa ada jawaban yang pasti
Hidup pun belum bisa mencapai kepastian
Apalagi tingkatan yang belum pasti
Sekedar membaca riwayat
Hidup kita terpisah dalam melewati waktu
Perbedaan peradaban
Akan menafsirkan zaman
Dengan segala logika dirinya
Memperbaiki tangga yang berbeda
Menuju semesta dengan caranya sendiri
Duduk dalam kesendirian
Hanya menunggu pertanyaan
Setiap waktu malaikat melewatinya
Terdiam karena tafsirnya belum pernah diterjemahkan ke dalam bahasa dirinya.
(Bogor, 19 Desember 2024)
📚 Artikel Terkait
Nikmat Seruput Kopi Dalam Lembaran Buku
Karya: Ace Sumanta
Dalam hening
Ibarat lembaran malam
Kenikmatan detik demi detik terasa panjangnya malam
Sembari menyeruput kopi hangat
Menikmati pori-pori lembaran membuka tabir semesta
Terasa nikmat pahitnya dalam genggaman kehidupan ada rembulan jatuh
Pamit satu persatu sembari memberikan makna cinta yang belum tergapai
Begitu semu tersamarkan ketika pertama kali sentuhan terasa
Begitu juga menemui manis
Setiap lembaran akan terusap.
Kenikmatan bersentuhan dengan Marwah yang berabad lalu belum disempurnakan.
Begitu khidmat -Nya
Saat menyentuh nama itu
Tak terasa kantuk menjadi teman narasumber berkecamuk nya hari esok yang dihadapi.
(Bogor, 7 Desember 2024)
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






