• Latest

Membaca Puisi “BILIK SUNYI” Karya Delia Rawanita

Desember 21, 2024
0bbaafe3-989c-40ac-89fc-d0335c56d343

Dubai Kota Impian Pelan-pelan Menuju Kota Hantu

Maret 31, 2026
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Membaca Puisi “BILIK SUNYI” Karya Delia Rawanita

Redaksiby Redaksi
Desember 21, 2024
Reading Time: 2 mins read
Tags: #Apresiasi Puisi
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Junaidi Bantasyam

Sembari menikmati pancaran mentari pagi, dua puisi Delia Rawanita, menebar di ruang puisi Potretonline.com, pagi ini, Sabtu 21 Desember 2024. Sontak saja, puisi itu dinikmati dengan sepenuh jiwa. Untaian kata pun terurai kala membaca sebuah puisi dengan judul Bilik Sunyi.

BILIK SUNYI

Baca Juga

76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
a0874485-5883-4836-9faa-17bcddc8a681

Kepiting Dalam Baskom

Maret 29, 2026
5de97004-0731-46d3-b7a2-38575dadc077

Serangkai Puisi Putri Nanda Roswati

Maret 28, 2026


Delia Rawanita

Menyendiri sendiri
Sepi canda tawa
Semua tak bersuara
Kehilangan kata

Hari hari sunyi
Tiada yang menemani
Bilik menjadi saksi bisu
Menghabiskan waktu berlalu

Oh..Hati yang lengang
Siapakah yang datang
Menemani sekejap saja
Sambil menikmati senja

Oh..Hati yang sepi
Mengharap seseorang hadir disini
Hanya terdengar degup jantung
Dan helaan nafas pengharapan

Puisi ini menggambarkan perasaan kesepian, kerinduan, dan harapan akan kehadiran seseorang dalam hidup penyair. Bilik menjadi simbol dari ruang pribadi penyair yang terasa begitu sunyi.

Penyair menggambarkan suasana di dalam biliknya yang sangat sunyi dan sepi. Tidak ada suara, tawa, atau percakapan yang menghiasi hari-harinya.

Bilik menjadi saksi bisu atas kesepian yang dirasakan penyair. Waktu terasa berjalan begitu lambat dan membosankan.

Penyair mengungkapkan kerinduannya akan kehadiran seseorang yang dapat menemani dan mengisi kekosongan hatinya.

Meski sepi, penyair tetap berharap akan ada seseorang yang datang dan menemaninya. Suara detak jantung dan helaan nafas menjadi simbol dari harapan yang terus berkobar.

Kata-kata yang digunakan sangat sederhana, namun mampu menyampaikan emosi yang mendalam.

Kata-kata seperti “sunyi”, “sepi”, “kehilangan”, dan “harapan” menciptakan suasana yang sangat menyentuh.

Bilik digambarkan sebagai “saksi bisu” yang seolah-olah dapat merasakan kesepian penyair.

Puisi ini mengajak kita untuk merenungkan pentingnya kehadiran orang lain dalam hidup kita. Kesepian adalah perasaan yang universal dan setiap orang pasti pernah mengalaminya. Namun, melalui puisi ini, penyair mengingatkan kita bahwa kita tidak perlu menghadapi kesepian sendirian. Ada keyakinan bahwa suatu saat nanti, kita akan menemukan seseorang yang dapat mengisi kekosongan dalam hati kita.

ADVERTISEMENT

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 335x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 296x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 278x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 253x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 190x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Serumpun Puisi Usfa di Hari Ibu

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com