Oleh Zulkifli Abdy
Kita laksana dalam perjalanan pergi,
yang jika tidak hati-hati akan merugi
Di jalan telah banyak aral melintang,
juga telah berserakan onak dan duri
Kendati sulit, kita terus berlari
Selalu mawas dan hati-hati,
supaya tak tersesat nanti
Kita telah di tapal batas,
tidak ada pilihan lagi,
tidak juga kembali
Kita mesti pergi,
dan mendaki
Ke puncak
tertinggi
negeri
abadi
Di sana pun mengalir sungai-sungai
Yang menjanjikan kehidupan damai
Kita menuai dari apa yang kita semai
Hidup tak boleh sia-sia jadi bengkalai.
(Beranda Pagi, 19 Desember 2024).
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 363x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 322x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.














Discussion about this post