🔊
Dengarkan Artikel
Oleh Zulkifli Abdy
Kita laksana dalam perjalanan pergi,
yang jika tidak hati-hati akan merugi
Di jalan telah banyak aral melintang,
juga telah berserakan onak dan duri
Kendati sulit, kita terus berlari
Selalu mawas dan hati-hati,
supaya tak tersesat nanti
Kita telah di tapal batas,
tidak ada pilihan lagi,
tidak juga kembali
Kita mesti pergi,
dan mendaki
Ke puncak
tertinggi
negeri
abadi
Di sana pun mengalir sungai-sungai
Yang menjanjikan kehidupan damai
Kita menuai dari apa yang kita semai
Hidup tak boleh sia-sia jadi bengkalai.
(Beranda Pagi, 19 Desember 2024).
📚 Artikel Terkait
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 138x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 98x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.






