POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

METODE ATAU SISTEM YANG PERLU DI KAJI ULANG?

RedaksiOleh Redaksi
December 17, 2024
Tags: #Agenda Presiden Prabowo#Kepemimpinan#nasional#Pilkada
METODE ATAU SISTEM YANG PERLU DI KAJI ULANG?
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh: Muhammad Ridwan

Masyarakat Indonesia sudah pernah melaksanakan pemilihan secara tidak langsung, yang sistemnya dengan cara dipilih oleh DPR pada masa orde baru (1966-1998) di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto.

Pada saat itu pilkada mengalami sentralisasi yang lebih ketat. Pemilihan kepala daerah tetap dilakukan melalui DPRD, tetapi kontrol pemerintah pusat sangat dominan. Calon kepala daerah ditentukan oleh pemerintah pusat melalui Menteri Dalam Negeri. Sistem ini memperkuat posisi pemerintah pusat dalam mengendalikan pemerintah daerah.

Pada masa Orde Baru, kepala daerah yang terpilih seringkali adalah orang-orang yang loyal kepada pemerintah pusat, sehingga pemerintahan di daerah sangat terpusat. Praktik ini menjadi salah satu faktor yang mendorong munculnya gerakan reformasi pada akhir 1990-an, di mana tuntutan akan demokrasi yang lebih terbuka dan desentralisasi kekuasaan semakin menguat.

Pasca reformasi 1998 banyak hal yang berubah dalam sistem pemerintahan di Indonesia, termasuk cara pemilihan kepala daerah. Salah satu tuntutan utama reformasi adalah peningkatan partisipasi publik dan desentralisasi kekuasaan dari pusat ke daerah. Perubahan signifikan terjadi dengan diberlakukannya Undang-Undang No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah yang memberikan otonomi lebih besar kepada daerah.

📚 Artikel Terkait

Cut Jeumpa

Siswa SMAN 1 Ranto Peureulak Tampilkan Film Kolosal

Antara Mekkah dan NEOM: Wajah Ganda Arab Saudi sebagai Negara Spiritual dan Teknologis

Ketahanan Sistem Kesehatan dan Respons Bencana

Namun, pemilihan kepala daerah melalui DPRD masih tetap berlangsung hingga tahun 2005. Barulah setelah disahkannya Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, mekanisme Pilkada berubah drastis dengan diberlakukannya Pilkada langsung. Dalam Pilkada langsung, rakyat di setiap provinsi, kabupaten, atau kota memiliki hak untuk memilih secara langsung kepala daerah mereka. Pilkada langsung pertama di Indonesia berlangsung pada tahun 2005, dan sejak saat itu, mekanisme ini menjadi standar dalam proses pemilihan kepala daerah.

Pilkada langsung ini dianggap sebagai langkah maju dalam demokrasi Indonesia, di mana rakyat memiliki kontrol lebih besar terhadap siapa yang memimpin daerah mereka. Namun, di sisi lain, pelaksanaan Pilkada langsung juga diwarnai dengan berbagai tantangan, seperti politik uang, konflik politik lokal, hingga permasalahan dalam penyelenggaraan teknis.

Pasca pemilihan kepala daerah serentak tahun 2024 Presiden Prabowo memberi perhatian khusus terhadap hasil pemilihan serentak tahun 2024 dengan program kembalinya pemilihan kepala daerah kepada DPRD, dengan alasan besarnya cost politik dan terjadi konflik berkepanjangan di daerah.

Terjadi konflik yang berkepanjangan antar pasangan calon dan menimbulkan kubu pasca pemilihan akibat dari tidak kepercayaan dari paslon dan tim sukses bagi sistem yang ada baik beranggapan terjadinya pelanggaran yang terstuktur,sistematis dan masif, partisipasi pemilih rendah maupun kecurangan lainnya. Usulan tersebut diangkat Presiden Prabowo dalam pidatonya saat perayaan ulang tahun ke-60 Partai Golkar di Sentul, Bogor, Kamis 12 Desember 2024, dengan alasan efisiensi anggaran dan kemudahan transisi kepemimpinan.

Prabowo menilai bahwa sistem pemilihan langsung terlalu mahal dan memberatkan, baik dari sisi anggaran negara maupun pengeluaran para kandidat. “Berapa puluh triliun habis dalam satu-dua hari, baik anggaran dari negara, maupun dari masing-masing tokoh politik. Kalau dilakukan oleh DPRD, negara bisa hemat dan efisien seperti di Malaysia dan Singapura,” katanya.

Dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih untuk mencegah cost politik yang tinggi dan konflik berkepanjangan sudah seharusnya diubah sistem pemilihan dengan cara e voting secara langsung oleh rakyat. Dua dekade sudah rakyat Indonesia menikmati hasil dari pemilihan yang dipilih secara langsung oleh rakyat. Negara maju hari ini menggunakan pemilu secara e voting seperti contohnya Negara Amerika Serikat. Dan pemilihan yang dilakukan secara tidak langsung tidak menjamin tidak akan terjadinya money politik, maka penggunaan hak pilih secara langsung secara e voting sangat layak untuk dikaji. E voting ini akan menjadi cara meningkatkan partisipasi Generasi milenial dan Generasi Z.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Tags: #Agenda Presiden Prabowo#Kepemimpinan#nasional#Pilkada
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Badut Kecil di Sudut Kota,Sebuah Potret Kehidupan Anak yang Terabaikan

Badut Kecil di Sudut Kota,Sebuah Potret Kehidupan Anak yang Terabaikan

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00