POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Dia Hanya Ingin Saya Mengemis

Teti OmairahOleh Teti Omairah
December 3, 2024
Tags: #Kemiskinan#pengemis
Saya Ingin Bekerja
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh TETI OMAIRAH 

Mahasiswa  Jurusan Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Ar-raniry Banda Aceh

Di balik hiruk pikuk kota Banda Aceh, tersembunyi banyak kisah pilu yang tak terungkap. Sebagai kisah pilu, tentu  bukan tentang keindahan alam atau keramahan penduduknya, melainkan tentang derita manusia yang terlupakan, terjebak dalam jerat kemiskinan dan kesulitan hidup. Siapakah mereka?

Satu di antara banyak kisah, adalah kisah di balik kehidupan para pengemis yang selama ini semakin ramai melanglang buana di setiap sudut kota Banda Aceh tercinta. Para pengemis bergerak dari satu tempat ke tempat lain, dan juga ada banyak yang hanya duduk menunggu belas kasihan orang – orang yang lalu lalang. Mereka menggelandang dengan wajah-wajah yang tampak penuh kepedihan. Wajah-wajah yang mengundang rasa empati kita. Walau sebenarnya tidak semua pengemis itu mengalami cacat tubuh, atau karena sudah tua renta, tetapi banyak di antara mereka yang masih muda dan segar bugar. Namun, mungkin jiwa mereka yang tak berdaya untuk berusaha keluar dari jurang kemiskinan. Sehingga, kehadiran mereka  menjadi cerminan nyata dari permasalahan sosial yang menghantui kota ini.

Mungkin para pembaca sering merasa jengah atau paling kurang dalam benak berkata, lelaki atau perempuan itu tidak selayaknya mengemis. Masih muda dan masih sangat kuat, tetapi mengapa harus mengemis?

Itu pulalah yang penulis saksikan. Ya, bayangkanlah seorang wanita muda, berusia 27 tahun, dengan tubuh yang masih tegap dan raut wajah yang masih segar. Ia berdiri di pinggir jalan, tangannya terulur meminta belas kasih. Ia adalah salah satu dari sekian banyak pengemis yang menghuni kota ini. Ketika ditanya mengapa ia mengemis, jawaban yang kita dapat adalah kata “terpaksa mengemis “ untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, membayar kosan, dan menabung untuk membuat kuburan anak keduanya yang telah pergi untuk selamanya.

Jadi, ternyata di balik usia yang masih muda dan tubuh yang masih begitu tegar, ada cerita pilu yang sebaiknya kita simak. Sebagai orang yang memiliki rasa empati yang tinggi, kita akan ikut hanyut dalam kisah hidupnya. Di usianya yang masih muda, bukan hanya ia saja yang harus turun mengemis.  Ia pernah membawa anak keduanya untuk mengemis bersamanya, karena penghasilan yang diperoleh lebih besar. Namun, takdir berkata lain, anak keduanya pergi meninggalkannya. Sejak saat itu, penghasilannya menurun drastis, dan ia harus menanggung beban duka yang tak terkira.

📚 Artikel Terkait

Olimpiade Ijazah

Jangan Jadikan Bisnis Hanya Sebatas Mimpi, Lakukan Segera !

Transformasi Digital Penting untuk Mendorong Kreator Berprestasi

Rumah Adat Upaya Untuk membangun Ketahanan dan Pertahanan Budaya Berkepribadian Luhur Yang Bermartabat Mulia

“Saya ingin bekerja, tapi suami saya tidak mengizinkan,” katanya dengan suara lirih. “Dia hanya mengizinkan saya mengemis.”

Wow! Mengenaskan. Itulah sebab ia melakukan aktivitas itu, sebagaimana ceritanya saat diajak bincang-bincang. Dengan demikian, Ia  adalah korban dari sistem yang tidak adil, di level keluarga, juga korban dari sistem yang tidak memberikan kesempatan baginya  untuk meraih kehidupan yang layak.

Kita, sebagai warga kota Banda Aceh, harus lebih peka dan bijak dalam menyikapi kehadiran mereka di ibu kota provinsi Aceh. Kita memang harus membuka mata dan hati kita terhadap realitas ini. Di satu sisi merka menjadi beban masyarakat kota, namun di sisi lain, secara sosial harus pula menyadari bahwa mereka bukanlah beban, melainkan tanggungjawab sosial sebagai manusia yang membutuhkan uluran tangan. Sebagai warga kota yang cerdas, kita harus bisa memberi jalan keluar kepada mereka. Sehingga dengan jalan keluar yang memberdayakan, bisa membantu kuta berjuang bersama untuk menciptakan kota yang lebih adil, yang memberikan kesempatan bagi semua orang untuk meraih kehidupan yang layak.

Oleh sebab itu, kita juga perlu ​meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kemiskinan di Banda Aceh adalah masalah penting yang harus diselesaikan.  Selain itu, kita juga  perlu membuka mata dan hati kita terhadap mereka yang terlupakan, dan membangun empati melalui edukasi dan kampanye.

Dengan cara ini akan dapat mendorong hadir ya tindakan nyata untuk membantu.Selain itu, mendukung program-program pemberdayaan adalah kunci untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Misalnya program  pelatihan keterampilan, bantuan modal usaha, atau akses terhadap pendidikan dan kesehatan. Dengan memberikan kesempatan untuk mandiri, kita dapat membantu mereka keluar dari lingkaran kemiskinan.

​Tentu saja, kerjasama antara pemerintah dan swasta juga sangat penting untuk membuka peluang usaha yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan mereka yang membutuhkan. Dengan memberikan akses pekerjaan yang layak, kita dapat membantu mereka meraih kehidupan yang lebih baik. Selain itu, kita perlu mendorong kebijakan yang adil dan merata, yang memberikan kesempatan yang sama bagi semua orang, tanpa memandang latar belakang sosial ekonomi.

 

 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Tags: #Kemiskinan#pengemis
Teti Omairah

Teti Omairah

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
PERTARUNGAN DEMI SURGA

PERTARUNGAN DEMI SURGA

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00