POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Berbagi

Dia Hanya Ingin Saya Mengemis

Teti Omairah by Teti Omairah
Desember 3, 2024
in Berbagi, Bingkai, FEB UIN Ar-Raniry, FEBI
0
Dia Hanya Ingin Saya Mengemis - af7d7302 ba15 4859 8544 1005526d360d | Berbagi | Potret Online

Oleh TETI OMAIRAH 

Mahasiswa  Jurusan Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Ar-raniry Banda Aceh

Di balik hiruk pikuk kota Banda Aceh, tersembunyi banyak kisah pilu yang tak terungkap. Sebagai kisah pilu, tentu  bukan tentang keindahan alam atau keramahan penduduknya, melainkan tentang derita manusia yang terlupakan, terjebak dalam jerat kemiskinan dan kesulitan hidup. Siapakah mereka?

Baca Juga
  • Dia Hanya Ingin Saya Mengemis - 6FFB03DE 5D22 4678 90C2 CC5F5D0532FA | Berbagi | Potret Online
    Berbagi
    KETIKA MINYAK GORENG MENGGORENG PEMERINTAH DAN RAKYAT INDONESIA
    25 Mar 2022
  • 02
    Bisnis
    BINGUNG MEMILIH BERWIRAUSAHA APA ? COBA 4 BISNIS YANG DAPAT BERTAHAN SELAMANYA
    05 Nov 2018

Satu di antara banyak kisah, adalah kisah di balik kehidupan para pengemis yang selama ini semakin ramai melanglang buana di setiap sudut kota Banda Aceh tercinta. Para pengemis bergerak dari satu tempat ke tempat lain, dan juga ada banyak yang hanya duduk menunggu belas kasihan orang – orang yang lalu lalang. Mereka menggelandang dengan wajah-wajah yang tampak penuh kepedihan. Wajah-wajah yang mengundang rasa empati kita. Walau sebenarnya tidak semua pengemis itu mengalami cacat tubuh, atau karena sudah tua renta, tetapi banyak di antara mereka yang masih muda dan segar bugar. Namun, mungkin jiwa mereka yang tak berdaya untuk berusaha keluar dari jurang kemiskinan. Sehingga, kehadiran mereka  menjadi cerminan nyata dari permasalahan sosial yang menghantui kota ini.

Mungkin para pembaca sering merasa jengah atau paling kurang dalam benak berkata, lelaki atau perempuan itu tidak selayaknya mengemis. Masih muda dan masih sangat kuat, tetapi mengapa harus mengemis?

Baca Juga
  • 01
    Artikel
    Sindiran Terhadap Nabi Umat Islam
    21 Nov 2016
  • Dia Hanya Ingin Saya Mengemis - 5DC336E1 23A0 4631 819D E807C45F9E6F | Berbagi | Potret Online
    Artikel
    HERD MENTALITY
    02 Des 2022

Itu pulalah yang penulis saksikan. Ya, bayangkanlah seorang wanita muda, berusia 27 tahun, dengan tubuh yang masih tegap dan raut wajah yang masih segar. Ia berdiri di pinggir jalan, tangannya terulur meminta belas kasih. Ia adalah salah satu dari sekian banyak pengemis yang menghuni kota ini. Ketika ditanya mengapa ia mengemis, jawaban yang kita dapat adalah kata “terpaksa mengemis “ untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, membayar kosan, dan menabung untuk membuat kuburan anak keduanya yang telah pergi untuk selamanya.

Jadi, ternyata di balik usia yang masih muda dan tubuh yang masih begitu tegar, ada cerita pilu yang sebaiknya kita simak. Sebagai orang yang memiliki rasa empati yang tinggi, kita akan ikut hanyut dalam kisah hidupnya. Di usianya yang masih muda, bukan hanya ia saja yang harus turun mengemis.  Ia pernah membawa anak keduanya untuk mengemis bersamanya, karena penghasilan yang diperoleh lebih besar. Namun, takdir berkata lain, anak keduanya pergi meninggalkannya. Sejak saat itu, penghasilannya menurun drastis, dan ia harus menanggung beban duka yang tak terkira.

Baca Juga
  • 01
    Bisnis
    Pusing Memilih Usaha ?
    23 Okt 2018
  • 02
    Bingkai
    AL-QUR’AN, AKU DAN IPM
    22 Jun 2021

“Saya ingin bekerja, tapi suami saya tidak mengizinkan,” katanya dengan suara lirih. “Dia hanya mengizinkan saya mengemis.”

Wow! Mengenaskan. Itulah sebab ia melakukan aktivitas itu, sebagaimana ceritanya saat diajak bincang-bincang. Dengan demikian, Ia  adalah korban dari sistem yang tidak adil, di level keluarga, juga korban dari sistem yang tidak memberikan kesempatan baginya  untuk meraih kehidupan yang layak.

Kita, sebagai warga kota Banda Aceh, harus lebih peka dan bijak dalam menyikapi kehadiran mereka di ibu kota provinsi Aceh. Kita memang harus membuka mata dan hati kita terhadap realitas ini. Di satu sisi merka menjadi beban masyarakat kota, namun di sisi lain, secara sosial harus pula menyadari bahwa mereka bukanlah beban, melainkan tanggungjawab sosial sebagai manusia yang membutuhkan uluran tangan. Sebagai warga kota yang cerdas, kita harus bisa memberi jalan keluar kepada mereka. Sehingga dengan jalan keluar yang memberdayakan, bisa membantu kuta berjuang bersama untuk menciptakan kota yang lebih adil, yang memberikan kesempatan bagi semua orang untuk meraih kehidupan yang layak.

Oleh sebab itu, kita juga perlu ​meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kemiskinan di Banda Aceh adalah masalah penting yang harus diselesaikan.  Selain itu, kita juga  perlu membuka mata dan hati kita terhadap mereka yang terlupakan, dan membangun empati melalui edukasi dan kampanye.

Dengan cara ini akan dapat mendorong hadir ya tindakan nyata untuk membantu.Selain itu, mendukung program-program pemberdayaan adalah kunci untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Misalnya program  pelatihan keterampilan, bantuan modal usaha, atau akses terhadap pendidikan dan kesehatan. Dengan memberikan kesempatan untuk mandiri, kita dapat membantu mereka keluar dari lingkaran kemiskinan.

​Tentu saja, kerjasama antara pemerintah dan swasta juga sangat penting untuk membuka peluang usaha yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan mereka yang membutuhkan. Dengan memberikan akses pekerjaan yang layak, kita dapat membantu mereka meraih kehidupan yang lebih baik. Selain itu, kita perlu mendorong kebijakan yang adil dan merata, yang memberikan kesempatan yang sama bagi semua orang, tanpa memandang latar belakang sosial ekonomi.

 

 

Tags: #Kemiskinan#pengemis
Previous Post

Penerbitan Tiga Buku Bunga Rampai Diharap Tidak Hanya Menjadi Bagian Dari Ornamen Batu Nisan Semata

Next Post

PERTARUNGAN DEMI SURGA

Next Post
Dia Hanya Ingin Saya Mengemis - 8c4014f0 c2f7 495e b9fc 1911b55f7242 | Berbagi | Potret Online

PERTARUNGAN DEMI SURGA

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah