Dengarkan Artikel
Oleh Edi Miswar Mustafa
Guru SMA Negeri 1 Meureudu, Pidie Jaya
Sehari menjelang acara pengumuman juara
Si guru muda yang senang membaca novel-novel eksotik seperti karya-karya Eka Kurniawan, Amin Maalouf, Mo Yan, Pramoedya Ananta Toer dan beberapa lainnya
Mendapat telpon dari panitia
“Bapak bisa datang besok mengambil hadiah?”
Tanpa pikir panjang, sang guru menjawab, “Siap! ”
Sorenya, saat menjemput si sulung di sekolahnya yang _full day_, seorang bocah yang hobi baca komik dan biografi Gusdur serta Albert Einstein milik bapaknya, sang guru mencari cara agar anaknya mau hadir ke ibukota provinsi
Si ibu pun setuju
Bersedia mengirimkan surat via WA
Agar Ustad dan Ustazah mengizinkan si bocah alpa
Malamnya, sang guru sibuk mengatur skenario keberangkatan
Dia membayangkan hadir di sana
Di tengah para di juara
Dipanggil ke panggung
Namanya disebut
Betapa bahagianya
Dan anaknya harus melihat kebahagiaan itu
Agar si sulung makin hobi menulis catatan harian
Karena sang guru yakin
Bahwa modal utama sebagai penulis
Adalah catatan harian
Menulis setiap hari
Karena teori menjadi penulis
Yaitu menulis menulis dan menulis
Tidak ada acara lain
Dan sang guru ingat pesan panitia yang meneleponnya
“Pagi ya, Pak.”
Skedul acara dikirimkan panitia acara
Sang guru mencermati
Sang guru memahami
Dan ia ingin panitia tidak salah memilihnya sebagai juara
📚 Artikel Terkait
Jam tiga dini hari sang guru mandi
Si sulung mandi 30 menit kemudian
Lalu mereka berangkat jam empat pagi
Dengan mobil keluaran 2012 warna hitam
Sampai di ibukota provinsi jam 7.30 sekian
Makan di sebuah warung kopi
Yang bikin si sulung senang bukan kepalang
Sang guru sangat bahagia melihat anaknya
Tepat pukul 80.00 WIB sang guru tiba di tempat acara
Berharap dapat juara pertama
Acara memang langsung dibuka
Diawali seremonial yang kau tahu sendiri bagaimana skenarionya
Kemudian pengumuman lomba untuk internal
Seperti juara lomba catur
Juara lomba tarik tambang
Juara lomba makan kerupuk
Juara lomba memasukkan jarum ke dalam botol
Sampai lomba memasak
Sampai dengan lomba membaca ayat suci Al Qur’an
Tepat jam 11.30 WIB
Saat si sulung mengutarakan keinginannya makan sie reuboh
Ayam pramugari
Di warung enak sebatang di Bakoy
Panitia mengumumkan lomba menulis memoar
Sang guru langsung tegang
Dan akhirnya ia mendapatkan juara tiga
Dipanggil ke depan
Difoto dengan direktur instansi yang buat acara
Diberikan kertas di atas stereofom bertulis juara III dan nama kategori lomba
Sang guru teringat sekolahnya
Kemariahan nun jauh di sana
Makanan yang dapat dimakan di sana
Para undangan, termasuk istrinya yang datang sebagai undangan
Sang guru hanya bisa berbisik di hati
Kerja-kerja untuk keabadian memang membutuhkan keikhlasan, kesabaran dan pengorbanan
“Tenang. Besok kau selidiki dulu berapa hadiahnya. Baru kau berangkat satu jam sebelum subuh ke tempat acara,” sang guru membatin sambil makan nasi soto yang tak seenak nasi soto langganannya yang ia makan setahun lalu sewaktu ia dan istrinya jalan-jalan sehabis ujian semester dua.
*Meureudu, 23 November 2024*
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






