Dengarkan Artikel
Padang Panjang,- Potretonline.com- Komunitas Seni Kuflet Padang Panjang dalam latihan gabungan untuk mengintensifkan Pertunjukan teater bertajuk “Sayap-Sayap Proklamasi” yang akan digelar pada 12 Desember 2024 di ruang publik Desa Wisata Kubu Gadang, disutradararai Sulaiman Juned. Pertunjukan ini merupakan Program Fasilitasi Bidang Kebudayaan teater kepahlawanan 2024, Kementerian Republik Indonesia yang juga pentas ke 55 Komunitas Seni Kuflet Kota Padang Panjang, ucap Pimpinan Produksi Muhammad Subhan (19/11/2024)
Koreografer ysng juga Penari “Sayap-Sayap Proklamasi” Fazri Arif Sahputra mengatakan, sejauh penari masih melakukan penghalusan materi tari agar tari juga menjadi bahagian dari garapan pertunjukan Sayap-Sayap Proklamasi ini. Proses latihan dilakukan terpisah dan hanya seminggu sekali dilakukan latihan gabungan dengan aktor, musik juga artistik agar dapat menyesuaikan tarian yang sudah dibuat, ucap sang koreografer.
Penari “Sayap-Sayap Proklamasi” Mentari Fahreza mengatakan, untuk menggabungkan tarian dan pertunjukan memang dibutuhkan kerja keras karena garapan tari juga harus mempelajari budaya Betawi dan Belanda. Hal ini menjadi proses yang luar biasa tidak hanya belajar tarinya namun mensenyawakan tari dengan garapan teater dan musik untuk melahirkan ruh teater yang berangkat dari aspirasi kepahlawanan, paparnya.
📚 Artikel Terkait
Sementara Dara Soeryana sebagai penari menyampaikan, Proses latihan butuh penyesuaian antara musik dan tarian. Pola yang dibuat pada tarian terkadang berbeda dengan musik yang telah diciptakan.
Dara menambahkan, ini merupakan pengalaman yang menarik dan menyenangkan buat saya dapat bergabung dalam pertunjukan teater “Sayap-Sayap Proklamasi” sebab teater merupakan seni yang kompleksitas. Maka tari dan musik menjadi kesatuan dalam intensitas meruangkan bahasa panggung dalam konseptual yang ditawarkan Sulaiman Juned sebagai sutradara.
Sutradara yang sastrawan Sulaiman Juned mengatakan, mengagas pertunjukan ini dengan konsep Post Festival melalui konsep ruang dan waktu mencipta bersama masyarakat di Desa Wisata Kubu Gadang. Konsep Post Festival kreatifitasnya tidak hanya sebuah perayaan tetapi menjadi proses penyadaran bagi masyarakat untuk mengetahui lebih dalam kisah kepahlawanan dan perjalanan hidupnya melalui teater sebagai ekspresi sosial kemasyarakat.
(/*Caca)
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini





