• Latest
Bapak Tua Dengan Kursi Roda dan Surah Al-Ikhlas

Bapak Tua Dengan Kursi Roda dan Surah Al-Ikhlas

November 14, 2024
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Bapak Tua Dengan Kursi Roda dan Surah Al-Ikhlas

Redaksiby Redaksi
November 14, 2024
Reading Time: 3 mins read
Tags: #pengemis#sedekah
Bapak Tua Dengan Kursi Roda dan Surah Al-Ikhlas
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh : Muhammad Raja Muda Ramadhana

Mahasiswa Semester 5, Prodi Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam,Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh

Pak Ahmad, lelaki tua yang beraktivitas dengan  menggunakan kursi rodanya terlihat kala saya memasuki area SPBU Simpang Dodik, untuk mengantri isi bensin sepeda motor. Saya selalu melihat bapak-bapak dengan kursi rodanya yang mengemis di bagian pinggir SPBU, tepatnya di bagian pengantrian bensin sepeda motor. Ia duduk dengan kursi rodanya dengan bermodalkan ember kecil dan membaca surah al-ikhlas berulang-ulang dan memasang raut wajah yang sedih. Ia menggunakan kesempatan ini agar dapat mendapatkan uang sisa pengendara bermotor dari pembelian bensin, sehingga memungkinkan untuk bapak ini selalu mendapatkan uang.

Secara kebetulan pula momentum ini berkaitan dengan tugas  penulis untuk melakukan observasi atau mengamati kehidupan para pengemis yang ditemukan di Banda Aceh. Maka, menjadi kesempatan bagus buat penulis untuk mengamati apa yang terjadi dengan Pak Ahmad ini dan mencari tahu apa yang membuat dirinya harus menjadi pengemis.

Nah,  di saat penulis mendekati bapak tua itu, dimulai dengan kondisi fisik yang kurang, seperti kulit yang tidak terurus dan kaki yang tidak memungkinkan untuk berjalan. Setiap pagi bapak ini sudah tiba di SPBU dengan menggunakan kursi roda dan dibantu oleh seorang bapak yang mengantarnya.

Sebenarnya penulis mengamati pak Ahmad sudah dari tahun 2020, namun di kesempatan ini penulis menjadikan tugas ini untuk menggali informasi lebih mendalam mengenai latar belakang pak Ahmad tersebut. Sayangnya pada saat obervasi secara langsung penulis mendapatkan kesulitan dikarenakan memang pak Ahmad enggan untuk diganggu waktu mengemisnya. Hal itu tidak membuat penulis menyerah dan putus asa. Penulis lalu memulai mencari informasi mengenai pak Ahmad dengan petugas SPBU sekitar dan orang-orang yang berkenan dengan bapak tersebut.

Baca Juga

20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 30, 2026

Setelah penulis mendapatkan informasi dari lingkungan sekitar, dapat disimpulkan bahwa Pak ahmad ini berasal dari Aceh Besar dan merantau ke Banda Aceh tepatnya di SPBU simpang Dodik untuk mengemis dengan menggunakan kursi roda,memakai peci dan dengan ember kecil serta mengucapkan surah Al-iklhas berulang-ulang.

Diperkirakan bapak ini sudah ada di lokasi tepatnya pada pukul 08:00/09:00 WIB dan sampai sore pada pukul : 16:00 WIB tepat nya ba’da ashar. “Untuk jam pulang itu tidak menentu. Terkadang bapak itu habis zuhur sudah tidak ada lagi”, ucap petugas SPBU. Pak Ahmad sehari-harinya mendapatkan penghasilan dari mengemis kisaran Rp.100.000 sampai Rp.250.000.

Jam, cuaca, dan hari menjadi faktor terhambatnya bapak ini untuk mendapatkan uang, semisal hari Minggu “Libur”, Hujan deras yang membuat pengguna sepeda motor tidak mengisi bensin dan yang terakhir yaitu penyesuaian jam bapak tersebut.

Pak Ahmad mengemis untuk menghidupi diri sendiri, termasuk makan sehari-hari dan juga untuk menabung membeli kursi roda yang baru, dikarenakan kursi yang sekarang sudah tidak layak.

Rasa lelah dan letih dirasakan dan ini lah metode yang selalu digunakan para pengemis di Banda Aceh serta menggunakan strategi tertentu dalam memantik perhatian para penderma, di antaranya ialah dengan menggunakan simbol-simbol kemiskinan. Ada juga dengan menunjukkan kedisabilitasan, menggunakan simbol dan narasi keagamaan, serta membawa dagangan kecil-kecilan.

Selain hal tersebut di atas, penulis juga mendapati beberapa faktor yang melatar belakangi seseorang lebih memilih menjadi pengemis. Pertama, kesempatan kerja yang terbatas. Ke dua, tidak memiliki keterampilan khusus. Ke tiga, tidak mau berusaha dan ke-enakan memilih hal-hal instan. Ke empat, masih ditemui banyak penderma yang mau berbagi.

Observasi terhadap pengemis di SPBU Simpang Dodik menunjukkan sebuah gambaran tentang ketahanan hidup dan keyakinan spiritual meskipun berada dalam kondisi yang sangat terbatas. Perilaku mengucapkan surah Al-Ikhlas secara berulang-ulang tidak hanya menunjukkan

keteguhan iman, tetapi juga menggambarkan usaha untuk mencari kedamaian dan keberkahan di tengah kehidupan yang keras. Interaksinya dengan orang-orang di sekitar menambah dimensi sosial dan emosional, di mana ada perasaan iba, doa bersama, serta kesadaran sosial tentang kemiskinan yang dialami banyak orang.

Oleh karena itu Pemerintah sudah semestinya untuk mengamati lingkungan sekitar untuk mengurangi maraknya pengemis yang pada faktanya mereka mampu dan tidak layak mengemis serta fakta lain yang konkrit dan empiris bahwasannya para pengemis di Banda Aceh yang sudah nyaman dengan mengemis ini. Pilihan alternative ini mereka pilih sebagai substitusi mata pencaharian mereka dikarenakan instan dan mudah.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 306x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 256x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 251x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 196x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Di Antara Bunyi Palu dan Mesin Tua

Di Antara Bunyi Palu dan Mesin Tua

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com