– sajak 8,
buat Ismet Fanany
di Melbourne
di seberang, di hadapan hidupku
daun gugur masa lalu
sehelai, sedetik
tak kekal seperti noktah, titik
kurenung, daun-daunan
menyatakan hayat, dan kematian
hidup ini banyak warna,
ghairah
debu sekalipun, besar makna
kerana alam ini indah
untukku, jika ada esok
aku akan hidup lagi
bergerak,
berani, dan mengisi erti
di celah-celah
samar, gelap, cerah
dengan hujan, angin, matahari
juzuk berganti-ganti
dari pokok di seberang,
inilah yang dapat kukarang
sebelum, setepatnya
bernoktah, kata-kata –
hujung akhir sekali,
yang hidup akan mati.
– Rosli K. Matari
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 365x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 329x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 320x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 278x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 213x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.














