POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Baca dan Kritiklah Tulisan Itu

Tabrani YunisOleh Tabrani Yunis
May 21, 2024
Baca dan Kritiklah Tulisan Itu
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Tabrani Yunis

Setiap penulis yang mengirimkan tulisan ke media massa atau publik, pasti ingin tulisannya dimuat, bahkan kalau bisa dimuat dengan cepat, tanpa harus menunggu berhari-hari, berminggu, atau malah berbulan. Para penulis pasti sangat bahagia bila tulisan itu dalam waktu singkat sudah dimuat. Bila di media cetak, seperti surat kabar atau koran, bisa dua hari atau lebih, tapi  di media online bisa dimuat dengan sangat cepat. Hanya dalam hitungan detik, sudah dimuat atau diposting, apalagi kalau tulisannya singkat atau juga dalam bentuk puisi yang singkat. Sang Penulis akan sangat bahagia.

Artinya, setiap penulis ingin tulisannya bisa cepat dibaca oleh para pembaca di media yang memuat atau memosting tulisan tersebut. Bukan hanya itu, penulis juga sangat berharap ada pembaca yang mau membaca tulisan tersebut.

Semakin banyak yang membaca, maka akan semakin baik. Dikatakan baik, karena bisa memberikan banyak kebaikan, bila tulisan itu menebarkan banyak kebaikan.

Akan lebih membahagiakan lagi bila ada yang menanggapinya. Semakin banyak orang yang menanggapi, semakin baik dan bersemangat si penulis. Misalnya, kalau dahulu masih era edisi cetak, ada pembaca yang memberikan komentar di surat pembaca, atau bisa juga yang ditanggapi oleh penulis lain, sehingga tulisan itu menjadi sebuah polemik yang menarik. Polemik itu, di samping bisa menambah manfaat, juga memberikan motivasi yang besar terhadap penulisnya serta penanggap.

Penulis  yang bersikap terbuka dan ingin terus mengembangkan kemampuan menulis tersebut akan sangat bahagia atau termotivasi dengan banyaknya orang yang membicarakan atau menanggapi tulisan itu. Dikatakan demikian karena, rqespon semacam ini, biasanya semakin mengasah dan mempertajam sikap kritis serta menguatkan rasa percaya diri (self-confidence) sang penulis.

📚 Artikel Terkait

Wukuf yang Usai, Derita yang Dimulai

Menelisik Psikososial Aceh Melalui Buku Blak-Blakan

Untaian Puisi Marzelan Perindu Seni

Pembelajaran Bermakna dengan Memanfaatkan Aplikasi Digital

Namun, dalam realitas dunia tulis-menulis, ada banyak pula penulis yang baru, atau sudah berprofesi sebagai penulis masih  belum memiliki rasa percaya diri, masih takut kalau ada pembaca yang memberikan tanggapan berupa kritik atau tanggapan yang mempertajam atau mempertentangkan opini dengan penulis. Ada ketakutan, atau merasa takut dikritik, karena takut disalahkan, atau kalau memang salah dalam menulis tersebut, takut dihujat dan sebagainya yang sifatnya bisa memadamkan motivasi menulis.

Nah, di era digital ini, semua sudah berubah dengan begitu cepat. Media cetak yang dulunya menjadi media untuk menyampaikan kritik lewat berita dan surat pembaca, secara cepat mengalami disrupsi yang sekaligus, akan hilang dan ikut menghilangkan komentar di media cetak, lalu masuk ke berbagai  ragam media digital,  dalam berbagai  platform media sosial, seperti Twitter, Facebook, dan Instagram  yang memungkinkan pengguna untuk menyuarakan kritik dan pendapat mereka di platform itu. Platform yang memudahkan akses. Ya, bisa diakses dengan sangat mudah dan terdistribusi secara luas pula. Maka, di era digital ini, seorang penulis yang telah mengirimkan tulisan ke media online, tulisan itu dalam hitungan detik bisa dibaca atau diakses di mana saja dan kapan saja serta dapat juga langsung mendapat respon dari para pembaca. Apalagi setelah tulisan itu diposting di satu media, di lanjutkan dengan  membagikannya (share) di berbagai platform, seperti WA dan WA Group, Facebook, twitter dan lainnya, respon berapa like, atau respon dengan kata-kata “mantap”, atau pula berupa imagi dan lain-lain. Respon semacam ini hanyalah respon spontan yang sifatnya sekadar memberikan apresiasi. Sayangnya, respon-respon seperti ini, bukan respon yang diberikan karena telah dibaca secara kritis, tetapi hanya sebagai respon yang menghibur.

Bagi seorang penulis yang kritis, akan sangat berharap tulisan yang sudah dipublikasikan dan didistribusikan kepada publik, dibaca secara kritis oleh para pembaca. Sayangnya, tidak semua pembaca memiliki sikap kritis dalam membaca.  Jangankan berharap dibaca secara kritis, realitas saat ini banyak yang tidak membaca secara tuntas, lalu memberikan tanda like, atau ungkapan Mantap atau menarik, yang komentarnya tidak tergolong kritis.

idealnya banyak pembaca kritis. Namun, kini jangankan mendapat pembaca kritis, tulisan yang dishare saja tidak dibaca. Oleh sebab itu, penulis merasa beruntung, dua hari lalu,  tepatnya tanggal 19 Mai 204 penulis  posting sebuah tulisan  berjudul “ Menggali Ilmu dan Pengalaman di Karang Asem”,  di Potretonline.com, dan membagikannya ke beberapa grup WhatsApp dengan harapan ada yang memberikan respon, namun hanya beberapa yang memberikan apresiasi berupa like atau Mantap. Sementara komentar atau tulisan untuk menanggapi isi atau content,tidak ada.

Penulis merasa beruntung pada Senin 20 Mai 2024 saat ingin menikmati secangkir kopi Arabica Gayo, di Gerobak Coffee yang letaknya hanya 20 meter dari POTRET Gallery, Fajar İlham, Pengelola Gerobak coffee yang penulis kenal sebagai sosok pembaca kritis, karena ia adalah Sodom yang sangat rajin dan banyak membaca buku. Buku-buku yang ia baca adalah buku-buku yang tergolong berat. Maka, setelah ia membaca tulisan penulis di gadgetnya,, ia secara langsung memberikan komentar dan masukan terhadap tulisan penulis tersebut.

Apa yang membahagiakan penulis adalah karena penulis tahu bahwa ia telah membaca tulisan penulis secara tuntas dan ke dua, ia telah mengkritisi tulisan tersebut serta memberikan catatan-catatan yang diikuti dengan masukan terhadap tulisan tersebut. Salah satu hal yang menyenangkan penulis adalah tulisan penulis dibaca dan dikritisi dan mendapat masukan atau input dari pembaca. Kondisi semacam ini hanya bisa duraksan oleh seorang penulis yang terbuka pula terhadap kritik. Tentu sudah menjadi keharusan bağı seorang penulis untuk terbuka terhadap kritik, karena seorang penulis yang kritis adalah tukang kritik. Kemudian, sebuah tulisan yang menarik adalah tulisan yang ditulis secara kritis dan kreatif. Oleh sebab itu, kritik dan saran terhadap tulisan secara lisan atau tulisan sangat diperlukan, karena sesungguhnya itu adalah sebuah bentuk apresiasi terhadap sebuah tulisan dan penulisnya. Semoga semakin banyak muncul pembaca kritis di era digital ini yang secara kritis juga menuliskan kritik dan saran di media, sehingga segala pemikiran yang dikontribusikan, bisa secara berkesinambungan difahami oleh pembaca berikutnya. Semoga.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Tabrani Yunis

Tabrani Yunis

Bio Narasi Tabrani Yunis, kelahiran Manggeng, Aceh Barat Daya, Aceh berlatarbelakang profesi seorang guru bahasa Inggris, mulai  aktif menulis di media sejak pada medio Juni 1989. Aktif mengisi ruang atau rubrik opini di sejumlah media lokal dan hingga nasional. Menulis artikel, opini, essay dan puisi pilihan hidup yang  kebutuhan hidup sehari-hari. Telah menulis, lebih 1000 tulisan berupa opini, esası dan puisi yang telah publikasikan di berbagai media.Menerbitkan 2 buku, yang merupakan kumpupan tulisan dalam buku Membumikan Literasi dan buku antologi puisi “ Kulukis Namamu di Awan” Aktif terlibat dalam  membangun gerakan literasi anak negeri sejak tahun 1990 terutama di kalangan perempuan dan anak. Bersama mendirikan LP2SM ( Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sumber daya Manusia) dan di tahun 1993 mendirikan Center for Community Development and Education (CCDE). Lalu, sebagai Direktur CCDE membidani terbitnya Majalah POTRET (2003) dan majalah Anak Cerdas (2013). Kini aktif mengelola Potretonline.com dan majalahanakcerdas.com, sambil mempraktikkan kemampuan entreneurship di POTRET Gallery, Banda Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Tgk. Joel Buloh Guru MTsN 6 Aceh Utara Penulis 10 Buku Bergabung Ke PGRI

Tgk. Joel Buloh Guru MTsN 6 Aceh Utara Penulis 10 Buku Bergabung Ke PGRI

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00