POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Begitu Susahkah Mencari Pekerjaan di Negeri ini?

RedaksiOleh Redaksi
November 23, 2018
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Dhea Pradiza Anzelin
Mahasiswi Perbankan Syariah, FEBI UIN Ar-Raniry, Banda Aceh
Di era yang semakin canggih ini banyak orang yang berlomba-lomba  mencari pekerjaan. Semakin ramai orang yang mencari pekerjaan dan semakin tinggi persaingan yang terjadi, sehingga terasa sangat sulit untuk mendapatkan pekerjaan.  Apa lagi lapangan pekerjaan yang ada juga semakin sedikit, ditambah lagi rendahnya kualitas pencari kerja. Sementara perilaku pencari kerja hanya suka menanti dibukanya lowongan pekerjaan di pemerintah. Ya, salah satunya pekerjaan yang ada di dalam pemerintahan. Orang-orang berusaha dan berlomba untuk menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil). 
Baru-baru ini, begitu banyaknya orang yang berlomba-lomba untuk mengikuti tes seleksi CPNS. Peserta tes tersebut bukan saja mereka yang baru selesai kuliah, tetapi sudah bertahun-tahun menjadi tanaga honor dan tenaga kontrak. Sayangnya, di tengah sulitnya mendapat pekerjaan, system seleksi pun dirasakan sangat sulit dan membuat mereka tidak mampu lulus. Hal ini diakui oleh banyak peserta seleksi. Banyak peserta yang mengikuti seleksi tersebut mengeluh dikarenakan susahnya soal-soal yang diberikan, salah satunya pada soal TKP ( tes karakteristik pribadi ).  Kepala biro Humas BKN Mohammad Ridwan mengaku bahwa memang banyak  peserta yang tidak lulus akibat tes kepribadian. Rata-rata peserta yang lolos di instansinya pun hanya 9 persen, meski ada instasi seperti  kementrian social yang jumlah kelulusannya mencapai 14 persen. Laju kelulusan yang sekarang banyak ditentukan oleh TKP, ujarnya. (m.liputan6.com) 
Tidak hanya itu, passing gradeyang ditentukanpun sangatlah tinggi, sehingga banyaknya orang yang mengikuti tes seleksi CPNS tersebut mengeluh. Apakah begitu susahnya untuk mencari pekerjaan di negeri ini?
Kelihatannya memang susah, karena apa yang sedang terjadi, para peserta seleksi tidak dipersiapkan untuk membuka lapangan kerja sendiri, tetapi sebagai pencari kerja. Penulis teringat dengan ulasan dosen Kewirausahaan di kampus yang sering mengulas soal ini. Penulis sebagai mahasiswi di fakultas ekonomi dan bisnis islam ( FEBI) di jurusan perbankan syariah, pada kesempatan pembelajaran mengenai entrepreneurship, sang dosen Tabrani Yunis membahas mengenai seleksi CPNS tersebut. Begitu susahnya untuk bisa lolos CPNS tersebut. Tapi ungkapnya siapakah yang harus disalahkan atas ini semua, pemerintahkah? Soal yang susahkah? Atau hal lainnya? Ujarnya.
” sebenranya apabila tes CPNS tersebut diberlakukan soal-soal yang mudah ,sehingga orang-orang dapat menjawab dengan mudah dan diterima menjadi pekerja di salah satu instasi pemerintahan, bukankah itu hal yang tidak wajar? Pemerintah menerapkan soal-soal yang rumit dan passing gradeyang tinggi untuk memilih calon-calon yang berintelektual tinggi, agar suatu instansi pemerintahan tersebut dikelola dengan baik oleh orang-orang yang tepat. Seperti itukah seharusnya bukan?” kata Tabrani Yunis 
Bukankah semakin berkembangnya zaman, pengetahuan juga semakin bertambah dan berkembang? Orang-orang bisa belajar tidak hanya melalui buku saja, bahkan sekarang orang-orang bisa belajar melalui internet yang menggunakan media smartphone dan sebagainya. Bahkan orang-orang dapat mengakses berbagai segala hal yang ada melalui smartphonenya baik dimana saja dan kapan saja tanpa adanya kesulitan dalam belajar dan mendapatkan informasi. Tetapi apa yang terjadi dengan orang-orang yang berada di zaman sekarang? Sudah mudahnya media pembelajaran dalam mengakses berbagai hal, semakin malas pula orang untuk belajar. Smartphone yang digunakan banyak untuk membuka medsos, bermain game dan hal-hal lainnya yang tidak berdampak baik bagi dirinya. Bukankah begitu? 
Semakin canggih perkembangan zaman membuat orang-orang semakin malas untuk membaca. Kalau sudah begini siapakah yang patut di salahkan? Seharusnya media yang semakin canggih dan perkembangan zaman yang semakin modern, dapat membuat orang-orang menggunakan alat-alat canggih. Misalnya seperti smartphone untuk hal-hal yang berguna, yang mendatangkan keuntungan dan sebagainya.
Namun apabila ada orang yang sudah bersungguh-sungguh dalam belajar dan sudah mempersiapkan diri untuk mengikuti tes seleksi CPNS tersebut, tetapi tidak berhasil pula, apakah masih mau menunggu lagi untuk mendapatkan pekerjaan? Seharusnya dengan berkembangnya zaman semakin modern, orang-orang haruslah semakin kreatif dan pintar dalam menjalani hidupnya. Bukankah bekerja itu untuk mendapatkan uang? Mendapatkan uang tidak hanya bekerja menjadi CPNS bukan?
Mengapa tidak memulai dari berwirausaha? Salah satu solusi untuk mendapatkan uang tidak hanya bekerja di instansi pemerintahan saja melainkan berwirausaha adalah salah satu solusinya. Dimana orang-orang dapat mengembangkan ide-idenya untuk membuka suatu usaha agar hidupnya tidak menganggur. Membuka usaha yang cocok di zaman yang sudah super canggih ini yang sesuai dengan perkembangan zaman mengikuti trend masa kini dan memanfaatkan peluang yang ada. 
Walau, berwirausaha bukanlah suatu hal yang mudah bagi para pemula. Pastinya para pemula pelaku bisnis sangat ragu membuka usaha. Apalagi kalau sudah membahas mengenai pembiayaan usaha, berapa modal yang harus dikeluarkan, bagaimana cara mendapatkan modal tersebut. Pelaku bisnis pemula takut-takut untuk membuka usahanya, apalagi mereka belum memiliki pengalaman yang cukup untuk memulainya. Mereka takut bahwa bisnis yang akan mereka jalankan akan rugi nantinya, tetapi apa salahnya jika mereka mencoba? Kalau tidak mencoba tidak akan tahu bukan bagaimana hasilnya.
Mulainya menjadi wirausahawan dengan memilih dan membuka suatu usaha yang diminati banyak kalangan di era sekarang ini. Memilih usaha yang berkepanjangan tidak musiman agar usaha tersebut dapat berjalan sampai kemudian hari. Jika pemula bisnis masih takut-takut untuk menjalankan usahanya, sebaiknya menjalankan usaha yang kecil-kecilan terlebih dahulu sebagai pemula. Lalu, apabila usaha tersebut dapat berkembang pesat, maka kembangkanlah usaha tersebut menjadi lebih besar lagi. Kita tidak akan pernah tahu hasilnya apabila kita tidak mencobanya terlebih dahulu
Dengan banyaknya orang yang berwirausaha, bukankah itu salah satu yang mengurangi pengangguran yang ada di dalam negeri ini? Tentu saja ya. Itu merupakan salah satu untuk mengurangi pengangguran yang ada di negeri ini. Dengan kita membuka usaha, pasti kita akan membutuhkan orang lain yang bisa bekerja sama atau bekerja di dalam usaha kita. Dengan begitu, banyak orang yang pengangguran akan mendapatkan pekerjaan. Begitulah pentingnya berwirausaha pada zaman sekarang ini. Jangan menunda-nunda sesuatu hal apabila kita mampu menjalankannya, mampu membuka usaha tersebut, berkeinginan yang kuat untuk bisa membuka usaha agar mendapatkan pundi-pundi keuangan. Jadi, segeralah berwirausaha, karena berwirausaha merupakan salah satu solusi di era yang semakin canggih ini. Ingat. Begitu sulitnya untuk mendapatkan pekerjaan. Jangan pernah takut untuk gagal sebelum mencoba!

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)

📚 Artikel Terkait

Perempuan Setara

Kapal PLTD Apung Dikunjungi Konsulat Jenderal India

Demi Anak Cucu

Friendship Karina and Dianda: Cooking Class

📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Musibah Menghancurkan Negeri Kami

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00