Oleh Zulkifli Abdy
Laksana bahtera diamuk badai
Angan tertawan di remang senja
Tiang di geladak berderik-derik
Anak buah kapal terlihat panik
Nakhoda pun dirundung cemas
Tapi masih berlaku aneh-aneh
Kompas tak lagi jadi pedoman
Tercampak ke dasar samudera
Laksana bahtera diamuk badai
Angan tertawan di remang senja
Kini angin jalang penentu arah
Tiada lagi tiang tempat bergayut
Kecuali doa-doa orang terlantar
Hanya tinggal satu jalan pulang
Agar musafir sampai ke tujuan
Bahtera kembali ke jalan Tuhan.
(Banda Aceh, 28 Januari 2024)
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 360x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 355x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 320x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 268x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 214x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
















