POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Besarnya Pengaruh COVID-19 Terhadap Sektor Perdagangan Di Masa Pandemi

RedaksiOleh Redaksi
April 5, 2021
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Nurul Vazilah

Mahasiswi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam,Perbankan Syariah, IAIN LANGSA 

Dalam keadaan pandemi seperti ini, virus corona merupakan suatu wabah yang tidak bisa dianggap biasa saja. Jika dilihat dari gejala orang yang terinfeksi, orang yang belum paham terhadap virus tersebut. Mereka akan berpendapat bahwa virus ini akan hanya sebatas influenza biasa, tetapi bagi analisis kedokteran virus ini cukup berbahaya dan mematikan.Seperti kita ketahui bahwa VIRUS corona atau Severe Acute Respiratory Syndrome Corona Virus 2(SARS–CoV–2) adalah jenis virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit ini disingkat dengan Covid-19 yang mengakibatkan penderitanya mengalami batuk, gangguan pernapasan, demam, dan paling fatal ialah mengakibatkan kematian bagi penderitanya.

Semua orang sudah tahu bahwa virus ini pertama kali diidentifikasi di Kota Wuhan Provinsi Hubei China, akhir Desember 2019, di sebuah pasar penjualan hewan. Peneliti menyakini bahwa inang virus ini adalah kelelawar yang menjadi salah satu “makanan” favorit bagi warga setempat.Setelah itu, COVID-19 menular antarmanusia dengan sangat cepat dan menyebar ke puluhan negara, termasuk Indonesia, hanya dalam beberapa bulan.

 Penyebarannya yang cepat membuat beberapa negara menerapkan kebijakan untuk memberlakukan lockdownuntuk mencegah penyebaran virus Corona. Di tahun 2020, perkembangan penularan virus ini cukup signifikan, karena penyebarannya sudah mendunia dan seluruh negara merasakan dampaknya termasuk Indonesia. Penyebaran yang sangat cepat di dunia dan khususnya di Negara Indonesia. Penyebarancovid yang begitu cepat sehingga mengakibatkan Pemerintah memberlakukan protokol kesehatan dengan melakukan social distancing ( jaga jarak social) yang disebut PSBB (Pembatasan Social Berskala Besar). Pemerintah juga menganjurkan jaga jarak secara fisik dan mengurangi kegiatan berkerumun, untuk mengurangi penyebaran Covid-19 di Indonesia.

📚 Artikel Terkait

Pranata Sumedanglarang

Rintik Hujan

Udara Kita Kian Tercemar

SMPN 1 Pantee Bidari Raih Juara Satu Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi

Niat baik pemerintah untuk melakukan PSBB sangat merugikan warga Indonesia, khususnya dampak ekonomi yang menurun dan banyak tenaga kerja yang kehilanganpekerjaaan. Virus Corona yang semakin menyebar di Indonesia, beberapa kebijakan yang ditetapkan oleh Pemerintah di Indonesia memberikan dampak pada beberapa sektor di Indonesia.

Secara umum, Covid-19 juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi di Indonesia, di mana yang semula sebesar 5,3%, oleh sebagian kalangan memprediksi pertumbuhan ekonomi di Indonesia kini mencapai 2%. Sejak awal tahun 2020, dunia dihebohkan dengan adanya wabah virus corona yang berasal dari Cina. Virus corona menyebabkan ketakutan di Cina dan menimbulkan banyak korban jiwa dan perlahan-lahan sudah mulai tersebar di seluruh dunia. Di Indonesia mengonfirmasi kasus pertama infeksi virus corona penyebab Covid-19 pada awal Maret 2020. Sejak itu, berbagai upaya penanggulangan dilakukan pemerintah untuk meredam dampak dari pandemi Covid-19 di berbagai sektor. Hampir seluruh sektor terdampak, tak hanya kesehatan dan pendidikan saja, akan tetapi sektor ekonomi juga mengalami dampak serius akibat pandemi virus corona. Pembatasan aktivitas masyarakat berpengaruh pada aktivitas bisnis yang kemudian berimbas pada perekonomian. Masih banyak akibat lainnya. Banyak sekali kerugian yang terjadi. Salah satunya yaitu dari sektor perdagangan, baik itu pedagang kecil, menegah dan besar. Mereka banyak kehilangan penghasilan yang seharusnya cukup untuk kehidupan, tapi langsung turun sangat drastis dengan datangnya virus tersebut. Apalagi bagi  masyarakat kelas menengah ke bawah, mereka palingterasa terhadapdampak wabah Covid-19. 

Sebagian dari mereka kini banyak yang hidup tanpa pekerjaandan tanpa pemasukan.Sebagianorang juga sedangmempertahankan usahamereka, baik usaha kecil menengah dan besar.Jika tak ada perubahan,bisa jadi mereka terjeratdalam jurang kemiskinandan bahkan kebangkrutan. Namun demikian, mereka terus berusaha agar tetap bisa terus berdagang. Karena dengan berdagang itulah salah satunya mata pencarian mereka. Walaupun tidak menutup kemungkinan mendapatkan hasil yang banyak seperti sebelum masa pandemi datang. Tetapi tetap bersyukur atas rezeki yang telah didapatkan pada masa pandemi seperti ini. 

Penulis mengambil hasil dari wawancara yang penulis lakukan kepada pedagang yang ada di desa tempat penulis tinggal. Nuraini (47)  pedagang yang merasakan dampak Covid-19. Beliau merupakan seorang pedagangyang tinggal  di Desa Ie Bintah,Aceh Tamiang.Sehari-hari, ibu tersebut menjual berbagai makanan dan minuman yang  lokasi rumah dan warungnya berada di tempat yang sama. 

Akibat adanya Covid-19 dan isolasi mandiri yang dilakukan oleh masyarakat sekitar,Ibu Nuraini  mengalami penurunan pendapatan yang cukup siqnifikan. “Ya, benar. Akibat adanya Covid-19 ini saya mengalami penurunan pendapatan. Biasanya mendapat keuntungan bersih Rp 400 ribu – Rp500 ribu per hari, sekarang cuma berkisar Rp150 ribu– Rp250 ribu,tapi tetap harus bersyukur atas rezeki yang sudah diberi kepada kita, karena masih ada yang lebih susah dari pada kita nak, ” ungkap Nuraini dalam wawancara, Kamis(1/4/2021).

Begitu juga dengan Ibu Mauliana (33), pedagang yang menjual berbagai macam minuman. Beliau merasa kerugian yang terjadi dengan dagangannya, karena dengan masyarakat yang di rumah saja, sehingga dagangannya sepi . “Ya, benar sekali nak. Selama corona dagangan sepi. Mau tutup tidak mungkin, bukan berarti tak takut corona, akan tetapi kalo saya tidak berjualan, saya tidak ada bisa mendapat uang. Karena dengan berdagang itulah mata pencaharian saya. Walaupun kebutuhan bahan-bahan jualannya mahal, Saya tetap mempertahan kan kualitas jualan saya, agar pelanggan saya tidak lari. Walaupun itu sangat sulit, karena kepuasan pelanggan juga merupakan hal yang paling utama kita perhatikan,” ungkap Mauliana dalam wawancara, Jumat (2/4/2021)

Di satu sisi, PSBB yang diterapkan Pemerintah sangat efektif untuk mencegah penyebaran virus corona, tetapi di sisi lain, pembatasan ini memengaruhi pendapatan masyarakat, terutama kelas menengah ke bawah yang mata pencariannya dengan bekerja dari luar rumah seperti buruh pabrik dan karyawan kantor. Kondisi dilematis ini tidak mudah dicari jalan tengahnya, mengurangi dampak ekonomi sekaligus mengurangi secara signifikan jumlah warga yang positif corona.

Nah, kita sebagai masyarakat hanya berharap semoga pandemi ini segera berakhir agar segala sektor dapat berjalan kembali sepeti semula bahkan harus bisa lebih baik dari semula. Agar masyarakat bisa lebih mudah mencari pekerjaan dan mata pencarian untuk kehidupan sehari-hari dan bisa bertahan hidup di masa pandemi sekarang ini

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Pasar Murah Dinilai Membantu Masyarakat Kota Banda Aceh

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00