POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

CAK MAHFUD

RedaksiOleh Redaksi
March 29, 2023
CAK MAHFUD
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh : Pril Huseno

Bagi Menkopolhukam Mahfud MD (Cak Mahfud) rapat dengan DPR RI sore ini (29/03/2023) adalah pertaruhan kredibilitas dirinya yang menjabat sebagai Menkopolhukam merangkap pimpinan komite pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).  Tentu saja yang dimaksud data itu adalah validitas pernyataannya di depan publik bahwa ada kecurigaan akan adanya Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang dilansir pertama kali oleh PPATK dan terjadi di Kementerian Keuangan tepatnya di Ditjen Pajak.

Menkeu Sri Mulyani sendiri, telah “jungkir balik” melakukan pemeriksaan atas data dan angka yang dikirimkan PPATK menyangkut dana senilai Rp349 triliun yang dicurigai TPPU.

Meski hasil penyelidikan Kemenkeu telah diuraikan berulang kali oleh Sri Mulyani di depan pers. Namun bola panas yang digelindingkan oleh PPATK terlanjur membesar melibatkan komentar pedas pada rapat DPR dengan PPATK. Pada rapat tersebut para anggota DPR Komisi III melontarkan pernyataan bahwa siapa saja yang berani membuka ke publik ihwal data-data hasil temuan PPATK maka diancam 4 tahun penjara.

Namun rupanya ketua PPATK Ivan Yustiavandana tidak gentar, apalagi Cak Mahfud yang juga merasa ikut kena sindir para anggota Komisi III DPR, dan balik menantang untuk bertemu dengannya pada rapat koordinasi hari ini (29/03/2023).

Pemeriksaan dan kesimpulan sementara oleh Kemenkeu atas data temuan PPATK bisa saja diuraikan oleh yang berkepentingan, namun opini publik tidak lagi bisa direm. Sebagaimana temuan Continuum Data pada diskusi INDEF kemarin (28/03/2023). Mayoritas publik di perbincangan internet kadung kecewa dengan tingkah polah dan kinerja para pegawai pajak dan bea cukai yang memperkaya diri sendiri dan pamer kemewahan oleh keluarganya. Belum lagi temuan harta kekayaan tak wajar para oknum pejabat Kemenkeu. Jika saja kasus penganiayaan anak Rafael kepada anak pengurus Ansor NU tidak terjadi, kemungkinan besar tidak pernah terungkap itu kasus kekayaan tak wajar, dan berderet temuan lain atas harta Rafael.

Pada posisi Cak Mahfud, yang merasa bertanggungjawab mengatasi dan menindak para pelaku TPPU tentu punya pendirian tersendiri.

📚 Artikel Terkait

Demokrasi Sebagai Topeng

Revitalisasi Manajemen Politik Kebencanaan

DIGITAL MARKETING, KEBIASAAN MILENIAL GAMPONG LENGKONG

Majalah POTRET Gelar Lomba Menulis Essai Se-Aceh

Keberaniannya membuka kasus kecurigaan TPPU Rp349 triliun dan sikap menantang baliknya kepada para anggota Komisi III, agaknya perlu dicatat sebagai pejabat tinggi negara pertama yang serius menyikapi kasus tindak pidana korupsi/TPPU paska revisi UU KPK 2019.

Cak Mahfud pasti memegang data tersendiri, dan agaknya “unik” jika dibuka ke publik atas kasus TTPU Rp 349 triliun.

Apapun hasil dari pertemuan dengan DPR RI sore ini, publik pasti berharap tidak terjadi lagi antiklimaks berikutnya atas kasus Rp349 triliun, setelah pernyataan beberapa pejabat tinggi negara beberapa waktu lalu bahwa kasus itu bukanlah korupsi. Itu sangat “nyebelin” publik.

Diharapkan, apa yang disampaikan Cak Mahfud sore ini adalah puncak segala rasa penasaran publik, yang harus dibuka apa adanya. Tanpa takut atau pekewuh terhadap si A dan si B.

Saat ini, negara jelas butuh orang-orang macam Cak Mahfud, di mana korupsi telah terjadi begitu luas dan merata pada semua lini pemerintahan di pusat dan daerah, dan melibatkan swasta. Telah terlalu banyak pejabat pimpinan daerah, bupati, gubernur dan jajaran di bawahnya yang kena ciduk atas tindak pidana korupsi. Bahkan juga melibatkan pejabat negara setingkat Menteri kabinet.

Jika saja Cak Mahfud berhasil mengungkap borok besar yang terjadi pada kasus Rp300 triliun sekaligus mengadili dan menghukum para pelaku kecurangan tersebut, maka hal itu selain sebagai obat kekecewaan publik atas langkahnya membackup UU Perppu Ciptaker yang baru saja disahkan DPR RI (meski hal itu tetap harus diuji secara jujur di MK), kiranya beliau juga layak memimpin Triumvirat pimpinan negara, selain Menlu dan Mendagri, jika saja keadaan negara genting dan mendesak karena presiden mengundurkan diri. Tugas Triumvirat, di antaranya adalah membenahi UU Pemilu, membenahi KPU, dan memastikan pelaksanaan Pemilu 2024 terselenggara dengan baik.

Tapi, apakah Cak Mahfud berani maju ke depan untuk menyelamatkan negara tercinta ini?

End–

_picsource : pwmu.co_

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
HABIBIE, TEKNOLOGI DAN CINTA SEJATI, Kenangan Yang Tak Terlupa

HABIBIE, TEKNOLOGI DAN CINTA SEJATI, Kenangan Yang Tak Terlupa

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00