• Latest
SHORES IN ACEH HAVE THE SAME LAVEL AS BALI

SHORES IN ACEH HAVE THE SAME LAVEL AS BALI

Maret 23, 2023
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

SHORES IN ACEH HAVE THE SAME LAVEL AS BALI

Redaksiby Redaksi
Maret 23, 2023
Reading Time: 38 mins read
SHORES IN ACEH HAVE THE SAME LAVEL AS BALI
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Sajak-sajak Bussairi D. Nyak Diwa

Lhok Nga

gadis yang menggerai rambutnya

menyebar wewangian kayangan

di matanya ada figurasi dunia

lihatlah, tahta ovonturir telah runtuh di bibirnya

nyiur-nyiur yang menari di tepi

adalah liuk Bali dengan gentanya

ketika anoman menuntaskan kemurnian cinta

o, tataplah

di sini ilustrasi Bali melekat

pada bayangan purba.

Lhok Seudu

senyum perawan yang teduh

di antara belaian ombak

menyapa pengembara,

pernik-pernik keemasan bertaburan

sepanjang teluk dalam pelukan senja

ada getar ketika pelaut melabuhkan kerinduan

pada jakun-jakun yang merapat di dermaga

angin berhembus dari puncak-puncak bukit

ke gugusan pulau-pulau

mengantarkan bisikan keagungan Tuhan.

Lhok Buya

barisan cemara tertidur

dalam pangkuan ibu pertiwi

berbisik pada matahari yang mengintip

bidadari telanjang di kaki bukit,

angin malu-malu berikrar pada waktu

lupa bahwa di sini telah lahir seorang penyair

membawa namanya ke pentas dunia.

Lhok Paoh

gugusan kuning keperakan

berkilauan di bibir biru permadani

‘dirui’ angin dari kaki bukit

mengantarkan sepi dunia,

tidurlah penyair

keluh-kesahmu telah tumpah

pada derai nyiur dan bening jamrud khatulistiwa

katakan pada Rendra, Taufik, Tarji, atau Eda

yang menghamili puisi di estalase dunia

bahwa di sini puisi-puisi telah lama lahir, besar, dan mati

dalam dekapan purba

dan engkau penyair, tidurlah abadi

angin mengabarkan pada mereka

Lhok Paoh milik dunia.

Banda Aceh – Kotafajar, Juli 2004

​MENANGISLAH UNTUK ANAK-ANAK PALESTINA

(kepada Nurdin F. Joes)

menangislah untuk anak-anak Palestina

seperti kau pernah menangis untuk anak-anak Namibia

lihatlah, tubuh-tubuh mereka yang remuk di bawah reruntuhan

darah-darah mereka yang mengalir di tanah syuhada

air mata mereka yang bercucuran di sepanjang Gaza

jerit tangis mereka yang menyayat dalam harapan sia-sia

o, menangislah saudaraku

seperti kau pernah menangis untuk anak-anak Namibia

bicaralah saudaraku, bicaralah

seperti kau pernah bicara tentang anak-anak Namibia

di mana-mana mereka tetap sama

di mana-mana mereka butuh cinta

tapi dikorbankan oleh syetan-syetan berwajah manusia

o, bicaralah saudaraku

bicaralah pada bangsa-bangsa

berdoalah saudaraku, berdoalah

seperti kau pernah berdoa untuk anak-anak Namibia

di mana-mana dan kapan saja

di rumah, ketika kau syahdu dalam rahmat

di kantor, ketika kau jalani tugas-tugas berat

di mesjid, ketika kau lebur dalam munajat

berdoalah saudaraku, berdoalah

bersamamu kutitipkan bershaf-shaf doa yang sama

untuk saudara-saudara kita

anak-anak Palestina.

22 Februari 2009

SEBELUM BERLAYAR

bagi Sri

seperti semilir angin membelai daun-daun penyap

begitulah, lamat-lamat sampai juga bisikmu

di sepi kamar:

​ke laut mana kita berlayar

​dan di teluk mana kita bakal berlabuh

kesetiaan tak mesti dijengkal-jengkal, katamu

biarlah waktu yang mengukurnya:

di laut mana pun

di teluk mana pun

sebab keragu-raguan hanya akan menyesatkan haluan

seperti kuas yang tergantung di dinding kamar

begitulah, diam-diam kau biarkan saja

aku merengkuhnya

dan membuat sketsa tentang kita.

1992

 

BLOK M – JATINEGARA – TANAH ABANG

blok m :

inikah wajahmu sesungguhnya jakarta

ronggeng dalam ritual ‘dukuh paruk’

tertatih dalam kekinian yang purba,

humaniora keblabasan merayap ke mana-mana

dalam lekuk tubuh janda-janda tak bernama

apa adanya,

seperti ‘pariyem’ pasrah pada comberan harem penguasa.

jati negara :

inilah engkau jakarta

menelanjangi kami,

kaum urban yang lelah mendaki

pada tangga sejuta janji kaum penguasa

jejak-jejak yang tak lindas berbekas

jatidiri pun tergadai

di kerut-marut wajah penjaja koran

pikunnya pedagang asongan

atau hingar-bingar jatinegara

di mana pada sudutnya

shalat jumatku bermuara

tanah abang :

gelisahku jatuh di tepi kali malang

kala tomang, prapatan berbenah

sepanjang pasar baru, kampung rambutan mimpi-mimpiku berhamburan

dalam kabut bola api menyala

o, beginikah engkau jakarta

menyapa rabin dari tiap negeri

yang mengais-ngais di lekukmu

sementara penguasa tetap saja kau biarkan mengobral janji-janji palsu

di hiruk-pikuk tanah abang akhirnya aku termangu.

14 November 2009

                         Tentang Penulis

Bussairi D. Nyak Diwa dilahirkan pada 10 Juli 1965 di Bakongan Aceh Selatan, anak bungsu dari lima bersaudara keluarga H. Datok Nyak Diwa dan Hj. Siti Ardat. Sejak kecil sudah gemar membaca dan menulis. Hobbi menulis mulai dirintis sejak duduk di Sekolah Menengah Atas. Kegemaran menulis dilanjutkan hingga di Perguruan Tinggi. Menyelesaikan pendidikan di Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Unsyiah tahun 1992. Sejak tahun 1993 berkhitmat sebagai Guru PNS, mengajar Bahasa dan Sastra Indonesia di SMP dan SMA. Saat ini tinggal di Jalan Syaikhuna N0. 18, Kompleks Pesantren Darurrahmah, Kotafajar, Kecamatan Kluet Utara, Kabupaten Aceh Selatan.

Hingga kini baru menghasilkan tiga buah buku Kumpulan Puisi dan satu Kumpulan Cerpen, serta beberapa Kumpulan Puisi Bersama. Tercatat sebagai salah seorang Penulis Indonesia dalam Buku Insklopedi Penulis Indonesia Jilid 7 (FAM Publising, 2018).

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 366x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 329x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 276x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Baca Juga

76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
a0874485-5883-4836-9faa-17bcddc8a681

Kepiting Dalam Baskom

Maret 29, 2026
5de97004-0731-46d3-b7a2-38575dadc077

Serangkai Puisi Putri Nanda Roswati

Maret 28, 2026

Discussion about this post

Next Post

KECERIAAN YANG BERSAHAJA

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com