Oleh Zulkifli Abdy
Senja semakin genit menjelang
mentari pamit di kaki langit
Aku menyambangi Sarinah
yang bukan lagi wanita seperti
dalam kisah sejarah
Dia kini hanya sekedar tempat
istirahat seraya melepas penat
Semampai dan gemulai di tengah
kota metropolitan yang ramai
Wahana berbagi suka dan duka
dikala hidup terkadang terasa
hampa
Aku tak akan membiarkan senja
ini pergi tanpa tinggalkan tawa
dan canda
Sarinah yang ramah bagaikan
berkisah bahwa hidup tak boleh
susah
Ah.., kopi hangat itu pun terasa
semakin nikmat
Cerita pun melambung dari bumi
para pemulung ke langit yang
sedang mendung
Sarinah oh Sarinah
Dia pun sumringah di tengah
kota yang tak lagi ramah.
(Z.A -Jakarta, medio September 2018)
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 363x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 322x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.














Discussion about this post