🔊
Dengarkan Artikel
Oleh Zulkifli Abdy
Senja semakin genit menjelang
mentari pamit di kaki langit
Aku menyambangi Sarinah
yang bukan lagi wanita seperti
dalam kisah sejarah
Dia kini hanya sekedar tempat
istirahat seraya melepas penat
Semampai dan gemulai di tengah
kota metropolitan yang ramai
Wahana berbagi suka dan duka
dikala hidup terkadang terasa
hampa
Aku tak akan membiarkan senja
ini pergi tanpa tinggalkan tawa
dan canda
Sarinah yang ramah bagaikan
berkisah bahwa hidup tak boleh
susah
Ah.., kopi hangat itu pun terasa
semakin nikmat
Cerita pun melambung dari bumi
para pemulung ke langit yang
sedang mendung
Sarinah oh Sarinah
Dia pun sumringah di tengah
kota yang tak lagi ramah.
(Z.A -Jakarta, medio September 2018)
📚 Artikel Terkait
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 138x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 98x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.






