• Latest
Reading for Pleasure

Reading for Pleasure

Januari 23, 2023
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Reading for Pleasure

Redaksiby Redaksi
Januari 23, 2023
Reading Time: 2 mins read
Reading for Pleasure
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Ahmad Rizali

Berdomisili di Depok

Pleasure itu ujar kamus adalah rasa senang dan puas. Jadi Reading for Pleasure itu adalah membaca sesuatu yang berakhir dengan rasa senang dan puas.

Jadi, bisa dibayangkanlah bagaimana rasa senang dan puasnya generasi muda jaman suheng saya cak Satria Dharma ketika khatam membaca karya EA yang ketika membacanya wajah memerah dan badan panas dingin. Untunglah es teh manis mampu mendinginkan perasaan dan otak mereka.

Baca Juga

Budaya Kekerasan dalam Masyarakat Modern.

Budaya Kekerasan dalam Masyarakat Modern.

Maret 21, 2026

Kisah Perempuan POTRET – Zaynab bint al-Kamal

Maret 30, 2026
Benarkah Bangsa Aceh Malas Menulis?

Benarkah Bangsa Aceh Malas Menulis?

Maret 10, 2026

Demikian juga saat kami sedang kecanduan berkelana di dunia kangouw, ribuan halaman kami baca dengan rasa senang dan puas ketika seakan akan menjadi Kwee Ceng, atau Yo Ko atau Suma Han Super Sakti atau bahkan menjadi Bu Pun Su Lu Kwan Cu. Atau menyeberang membaca cergam dan menjadi Asterix, koboi Lucky Luke, pilot Tanguy, wartawan Tin Tin atau malah pendekar Panji Tengkorak, Barda Si Buta dari Goa Hantu. Atau menjadi Agung Sedayu atau Mahesa Jenar bahkan Kyai Gringsing.

Kisah kisah kepahlawanan itu, baik fakta sejarah atau rekaan (fiksi), eks Impor atau ciptaan lokal, mendera para pembaca pemula menjadi pembaca yang keranjingan. Di situlah bibit “Reading for Pleasure” itu disemaikan dan bertumbuh kembang. Jadi, tidak usah heran jika umumnya pencinta baca (Readers for Pleasure) adalah para pembaca Cersil sejenis itu.

Fakta saat ini, 53 % murid SMP kelas 2, mampu membaca, namun tak faham akan makna. Artinya, seperti hanya mereka yang berharap mendapat pahala besar yang mau membaca kitab suci berulang kali tanpa faham artinya. Lantas, ketika dalam bahasa Indonesia dan tak faham artinya akan diharapkan menjadi Readers for Pleasure ?

Saya tak faham, mengapa hingga saat ini, bacaan yang sangat disukai para pemula seperti cergam dan cersil masih banyak yang tabu masuk rak perpustakaan sekolah. Saya menjadi saksi bahwa beberapa sekolah berbasis agama melarang muridnya membaca komik cerita wayang karena akan mengganggu keimanan mereka.

Membaca itu selain ada tekniknya sejak mengenal simbol huruf, juga memerlukan pelatihan. Sama dengan mendaki gunung. Ketika tanpa aba aba langsung diajak mendaki gunung seharian, responnya  mayoritas akan membenci mendaki gunung, meski sisanya kecanduan. Demikian pula dengan membaca.

Saya skeptik pelatihan membaca untuk menikmati akan terjadi jika tidak dilaksanakan pembacaan terus menerus, dan menemukan kebahagiaan dan kepuasan akan terjadi. Alih alih puas, para pembaca ini akan merasa pusing dan membuang buang waktu, karena mirip otot juga, otak akan “kram” jika dipaksa membaca padahal tidak memiliki “passion” dan tidak terlatih.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 360x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 318x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 200x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Bahaya Hoaks dan Politik Uang Menjelang Pemilu 2024

Pesta Demokrasi Tak Boleh Abaikan Kelompok Rentan

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com