POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Ekonomi

CREDIT UNION MEMEKARKAN DIRI ( SPIN OFF) MEMBANGUN KOPERASI SEKTOR RIIL

Redaksi by Redaksi
Januari 23, 2023
in Ekonomi, Entrepreneurship, Koperasi
0
CREDIT UNION MEMEKARKAN DIRI ( SPIN OFF) MEMBANGUN KOPERASI SEKTOR RIIL - A6D96B99 BFBA 4957 88A3 49CCC376726D scaled | Ekonomi | Potret Online

 

Oleh : Suroto

Gerakan koperasi kredit ( Kopdit) atau Credit Union (CU) Indonesia yang dirintis seorang imam Ordo Jesuit Pater Albrecht Kariem Arbie pada tahun 1970 an pada saat ini sudah beranggotakan 4,3 juta orang dan menyebar di 1000 an Koperasi di tingkat primer yang tersebar hampir di semua propinsi. Bergabung dalam 40 an koperasi sekunder di tingkat daerah dan 2 federasi di tingkat nasional, yaitu jaringan Induk Koperasi Kredit ( Inkopdit) dan Puskopcuina.

Baca Juga
  • CREDIT UNION MEMEKARKAN DIRI ( SPIN OFF) MEMBANGUN KOPERASI SEKTOR RIIL - 453FA5E3 1D68 4CD3 A278 557D9B4F028C | Ekonomi | Potret Online
    Artikel
    TAHUN 2023 : PUNCAK KEMATIAN KOPERASI INDONESIA?
    26 Des 2022
  • IMG_0749
    Artikel
    Bergerak Tanpa Arah: Ekonomi Rakyat dan Erosi Kepercayaan Publik
    12 Apr 2026

Gerakan ini bekerja secara berjejaring, baik di tingkat daerah sampai ke tingkat nasional. Asset yang berasal dari tabungan anggotanya kurang lebih 40 trilyun.

CU merupakan gerakan sosial ekonomi yang cukup solid dan dapat diandalkan sebagai sebuah jaringan gerakan koperasi. Setidaknya hal ini dapat dilihat dari fungsi jaringanya yang berjalan efektif, tata kelola yang baik dan program kerja yang nyata di lapangan.

Baca Juga
  • 01
    Artikel
    ANAK KOS MENDADAK KAYA
    07 Okt 2017
  • 02
    Ekonomi
    CITA-CITAKU MENJADI PNS (PENGUSAHA NAN SUKSES)
    07 Okt 2017

Gerakan CU ini keberhasilanya juga didukung oleh 5 pilar utama, yaitu : pendidikan, solidaritas, swadaya, inovasi dan persatuan. Pilar terpentingnya adalah pendidikan. CU sangat terkenal dengan sloganya ” dimulai dengan pendidikan, dikontrol melalui pendidikan dan dikembangkan melalui pendidikan.

Insan – insan gerakan CU percaya bahwa tanpa pemahaman yang lengkap tentang koperasi dan juga pemahaman yang baik dalam mengatur keuangan keluarga, maka CU tidak akan berjalan dengan baik. Insan CU juga percaya bahwa pengetahuan anggota tentang koperasilah yang akan dapat memampukan anggota untuk turut mengendalikan koperasinya serta terlibat aktif dalam pengembanganya.

Baca Juga
  • CREDIT UNION MEMEKARKAN DIRI ( SPIN OFF) MEMBANGUN KOPERASI SEKTOR RIIL - ChatGPT Image 19 Mar 2026 21.17.33_11zon | Ekonomi | Potret Online
    Artikel
    Efisiensi Fiskal Koperasi Desa dan Makan Bergizi Gratis
    19 Mar 2026
  • 02
    Bisnis
    BERWIRAUSAHALAH, TUNJUKAN KREATIVITAS ANDA
    07 Okt 2017

Di tingkat koperasi primer, CU selenggarakan pendidikan bagi anggotanya untuk beberapa hal penting. Materi utama pendidikannya tentang koperasi yang berisi sejarah CU, nilai nilai dan prinsipnya, tata kelola koperasi dan lain-lain, serta tentang literasi keuangan dalam bentuk Pendidikan Pengaturan Keuangan Keluarga.

Insan insan CU percaya bahwa tanpa pendidikan dan pemahaman anggota tentang koperasi yang baik, maka gerakan ini tidak akan dapat berjalan efektif dan memiliki daya lestari.

Dalam mengembangkan fungsi jaringanya, CU mengadopsi model struktur organisasi gereja Khatolik, mengembangkan asas subsidiaritas di setiap jenjang organisasi. Apa yang tak dapat dikerjakan sendiri sendiri dikerjakan melalui organisasi koperasi. Apa yang sudah dapat dikerjakan sendiri sendiri tidak perlu dikerjakan oleh jaringan organisasi di atasnya.

Di tingkat koperasi primer dijalankan kegiatan pendidikan dan pelatihan untuk anggota. Selain tentu kegiatan layanan utama dalam membangun simpanan dan pinjaman dan pemberdayaan usaha usaha produktif anggotanya.

Untuk mendukung organisasi di tingkat primer,  maka primer – primer koperasi dirikan sekunder yang dinamai Pusat Koperasi di setiap daerah. Aktifitas koperasi di tingkat sekunder daerah ini selenggarakan kegiatan seperti pendidikan dan pengembangan bagi pelatih koperasi, pendidikan dan pelatihan untuk pengurus, pengawas dan manajemen, memgembangkan daya dukung jaringan berupa sistem tata kelola, pengembangan teknologi, selengarakan silang pinjam antar koperasi anggota di tingkat primer rapat rapat, dan lain lain.

Demikian juga berlaku di tingkat jenjang federasi nasionalnya. Mereka selenggarakan kegiatan kegiatan pendidikan dan pelatihan untuk pengurus dan manajemen di tingkat pusat pusat, silang pinjam antar pusat atau daerah, advokasi regulasi dan kebijakan dan lain lain.

Kopdit / CU, dengan kekuatan 5 pilarnya telah berhasil membawa sukses bagi anggotanya. Manfaat manfaat nyata telah mereka kembangkan. Termasuk yang sedang secara terbatas dikembangkanlah aktifitas pengembangan koperasi di sektor non keuangan atau koperasi sektor riil melalui strategi spin off ( pemekaran).

Kegiatan spin off ini saat ini telah beranggotakan 22 koperasi yang bergabung dalam satu federasi nasional yang bernama Induk Koperasi Usaha Rakyat ( INKUR Federation). Koperasi yang menjadi anggotanya ada yang merupakan koperasi konsumen dengan layanan usaha berupa minimarket dan jaringan distribusi, koperasi pertanian, koperasi jasa, dan lain lain.

INKUR sebagai sebuah organisasi yang dirintis pada tahun 2013 didirikan oleh salah satu pioner CU di Indonesia bapak Robby Tulus yang juga merupakan Manajer pertama gerakan koperasi kredit di Indonesia.

Saat ini INKUR ini juga telah bergabung dalam jaringan gerakan koperasi dunia yang bernama International Cooperative Alliance ( ICA) yang mana jaringan CU di tingkat dunia atau World Confederation of Credit Union ( WOCCU) menjadi anggotanya.

Dalam visinya, INKUR sedang merintis layanan layanan penting seperti INKUR-Edu yang kembangkan pendidikan dan pelatihan bagi anggota dan masyarakat / organisasi serta CU yang ingin kembangkan koperasi di sektor riil. Kemudian layanan INKUR-Consult yang kembangkan jasa layanan konsultasi organisasi maupun manajemen, INKUR- Network yang fasilitasi pengembangan jaringan kerja dan bisnis, INKUR- ResDev yang kembangkan aktifitas riset dan pengembangan, INKUR- Advo yang bertujuan untuk berikan layanab advokasi koperasi terutama dalam regulasi dan kebijakan serta INKUR – SupAu yang merupakan layanan internal bagi anggota dalam kegiatan supervisi maupun audit.

Potensi pengembangan jaringan INKUR ini sangat besar dan diharapkan kedepan dapat menjadi pendukung utama bagi berkembangnya jaringan koperasi sektor riil ( KSR) di Indonesia. Visi INKUR adalah menjadi pendukung jaringan konglomerasi sosial terbesar di Indonesia.

Jika satu saat satu CU saja di Indonesia dapat dengan sukses kembangkan satu KSR saja, maka setidaknya anggota INKUR ini akan menjadi 1000 koperasi. Sehingga INKUR bersama dengan GKKI akan menjadi suatu jaringan konglomerasi sosial ekonomi yang mandiri, kokoh dan tangguh di Indonesia. Semoga.

Jakarta, 20 Januari 2023

Suroto
Chief Executive Officer ( CEO) INKUR Federation

Previous Post

Majalah POTRET Gelar Lomba Menulis Essai Se-Aceh

Next Post

Reading for Pleasure

Next Post
CREDIT UNION MEMEKARKAN DIRI ( SPIN OFF) MEMBANGUN KOPERASI SEKTOR RIIL - B1B56757 4E07 46D0 8988 AD1B95785B10 | Ekonomi | Potret Online

Reading for Pleasure

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah