POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

HCI dan 6 Ranah Pengembangan di TK

RedaksiOleh Redaksi
January 5, 2023
HCI dan 6 Ranah Pengembangan di TK
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Ahmad Rizali

Berdomisili di Depok

Dalam  mengukur HCI, World Bank menempatkan usia 4 Tahun sebagai awal bersekolah di TK atau PAUD. Guru TK dan TK sudah dianggap sebagai sekolah formal dan terdata di Dapodik (Data Pokok Pendidikan).

HCI mencatat bahwa rerata anak Indonesia bersekolah selama 12,4 Tahun dihitung sejak usia 4 Tahun, sehingga rerata stop di jenjang (kelas) 10,4 atau  kelas 2 SMA/MA/SMK semester 1. Namun celakanya, saat disesuaikan dengan capain belajar, mereka hanya sampai di 7,8 Tahun atau di jenjang (kelas) 5,8 Tahun atau kelas 6 menjelang lulus.

📚 Artikel Terkait

CITA-CITAKU MENJADI PNS (PENGUSAHA NAN SUKSES)

Badut-Badut Jalanan

Wara Wiri Feskraf 2023 dan Cerita Ayah Buat Sang Putri

ALUMNI KUFLET RAIH GELAR DOKTOR SENI

Saya tidak paham, mengapa murid kita yang sudah kelas 2 semester 1 itu masih dianggap setara dengan SD kelas 6. Namun, itulah fakta mutu dari hasil belajar murid Indonesia yang diukur oleh Uji Global dan Lokal. Hasil ini menyumbang rendahnya Indeks HCI Indonesia yang jauh di bawah Palestina dan Kosovo.

Saya juga tidak faham, apakah 6 ranah penengembangan murid TK: Kognitif, Fisik Motorik, Bahasa, Seni dan Sosial Emosional serta “Mulok” basis TK masing masing, juga menyumbang rendahnya mutu capaian hasil belajar yang hanya sampai kelas 6. Namun, saya yakin ikut.

Jika dahulu hanya SD/MI yang menjadi sasaran tudingan awal rendahnya mutu tersebut, saat ini TK akan menjadi acuan awal karena semua dasar capaian tersebut bermula di jenjang ini.

Bayangkan jika guru TK/RA salah memberi landasan nalar kognitif, seni, sosial emosional, berbahasa (membaca) dan seni, alangkah sulitnya jenjang SD/MI meneruskan dengan cara yang benar.

Saya semakin gundah ketika seorang kepala TK mengatakan bahwa ada soal ujian masuk SD/MI yang menyaratkan lulusan TK/MI mampu membaca. Ketika saya bertanya apakah “urgency” nya siswa TK ikut praktik manasik Haji yang membayar 250-400 ribu dan jika tidak ikut didenda Rp. 5.000/siswa ? Mereka tak mampu menjawab dan hanya mengarahkan telunjuknya ke kebijakan IGTK.

Boleh jadi cukup banyak kegiatan “gimmick” yang justru ikut menyumbang hasil capaian belajar sehingga HCI kita menjadi rendah, walahualam.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 121x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 103x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 98x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 93x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 84x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
166
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
TUT……TUT……KAPAN KERETAKU   KEMBALI

TUT……TUT……KAPAN KERETAKU KEMBALI

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00