HABA Mangat

Kabar Redaksi

Tema Lomba Menulis Bulan Februari

Februari 2, 2025

Jajak Pendapat #KaburAjaDulu

Februari 22, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    883 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168

HABA Mangat

Kabar Redaksi

Tema Lomba Menulis Bulan Februari

Februari 2, 2025

Jajak Pendapat #KaburAjaDulu

Februari 22, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    883 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Membuka Gerbang Masa Depan Melalui BK

Redaksi by Redaksi
Agustus 9, 2021
in Artikel, BK, Entrepreneurship
Reading Time: 6 mins read
0
585
SHARES
3.2k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

Baca Juga

Peran Diplomasi Mohammad Natsir dalam Konteks Hubungan Internasional dan Energi.

Maret 19, 2026

Efisiensi Fiskal Koperasi Desa dan Makan Bergizi Gratis

Maret 19, 2026

Hari Raya di Tengah Krisis Timur Tengah: Luka Aceh dan Kemiskinan yang Terabaikan

Maret 18, 2026

 

Oleh Revani Adhara

Mahasiswa Prodi Bimbingan Dan Konseling, Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan

Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

 

Sebelum mengenal  BK sesungguhnya, banyak yang orangtua maupun murid yang beranggapan bahwa BK tempat anak-anak bermasalah. Seperti ketika orangtua murid dipanggil oleh Guru BK, di benak orangtua murid berpikir bahwa anaknya tersandung  masalah yang sangat serius di sekolah. Namun dengan seiringnya kemajuan zaman dan pesatnya teknologi informasi yang semakin maju, para orangtua murid mulai memahami arti penting BK untuk sekolah dan para murid. BK sangat penting keberdaanya untuk mendidik murid karena sebagian besar waktu para murid dihabiskan di lingkungan sekolah dan kondisi di mana para murid sangat membutuhkan bimbingan baik dalam memahami keadaan dirinya, mengarahkan dirinya, maupun dalam mengatasi berbagai macam kesulitan. 

ADVERTISEMENT

Konseling dapat membantu mengembangkan diri sendiri,  dimulai dari masa sekarang, atau masa depan dengan pontesi yang dimiliki diri sendiri,  entah untuk kepentingan diri sendiri maupun orang banyak. Konseling juga dapat membantu memecahkan masalah yang dihadapi setiap individu dan memacu berfikir ke depan atau yang akan datang.

      

Sedihnya lagi, banyak pula orang yang berfikir bahwa Bimbingan Konseling identitik dengan Polisi Sekolah atau mengurusi anak nakal/bermasalah saja. Padahal sebenarnya bimbingan konseling adalah sahabat siswa, pembela siswa. Anggapan ini yang kemudian muncul di benak para orang tua, terutama orang tua yang tidak mempunyai latar belakang pendidik (guru) bahwa profesi bimbingan konseling adalah profesi yang tidak mempunyai masa depan. 

Semakin tidak popular profesi bimbingan dan konseling di mata masyarakat, disebabkan citra buruk terhadap profesi bimbingan dan konseling. Antara lain juga muncul disebabkan banyak orang yang masih menyamakan antara sekolah/lembaga pendidikan dengan mengajar dan lain-lain.

Memang benar bahwa profesi mengajar ialah profesi guru. Namun, yang tidak banyak diketahui masyarakat bahwa konsep pendidikan bukan saja tentang mengajar, namun membangun karakter (character building). Selain itu pula komponen di dunia pendidikan (profesi-profesi di dunia pendidikan) tidak hanya profesi guru saja. Profesi-profesi yang terdapat di dunia pendidikan yaitu pustakawan (lulusan ilmu perpustakaan), Laborat (lulusan sains/bahasa), administrasi pendidikan (lulusan administrasi pendidikan), teknologi pendidikan (lulusan teknologi pendidikan), psikolog pendidikan (lulusan Psikologi pendidikan), dan konselor (lulusan bimbingan dan konseling).

Selain itu kebutuhan akan dosen bimbingan dan konseling sangat besar di perguruan-perguruan tinggi di Indonesia. Hal ini disebabkan banyak dosen BK yang sudah menjelang masa pensiun, serta banyak dosen BK yang ternyata tidak berlatar belakang BK. Sementara perguruan tinggi BK membutuhkan dosen yang berlatar belakang BK secara linier (S-1 dan S-2 Bidang bimbingan dan konseling) untuk mendapatkan nilai akreditasi yang baik. Sehingga peluang menjadi dosen BK sangat terbuka lebar.  Ada banya universitas yang masih kekurangan tenaga dosen berlatar belakang BK. Misalkan saja di Universitas Sebelas Maret Surakarta dari 15 dosen yang ada, hanya terdapat 7 dosen yang berlatar belakang S-1 dan S-2 BK dan itupun 14 orang adalah dosen yang sudah menjelang masa pensiun (di atas usia 55 tahun), sementara hanya mempunyai 1 dosen muda.

     

Sementara jenjang karier lulusan BK pada umumnya menjadi pegawai negeri sipil. Seorang lulusan BK dapat memulai karier dari menjadi Guru BK, Koordinator Guru BK, Wakil Kepala Sekolah, Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah bidang bimbingan dan konseling, Kepala Dinas Pendidikan Kota/Provinsi. Tidak sedikit pula lulusan BK yang berkarier sebagai kepala sekolah atau pengawas sekolah. Ada pula lulusan BK yang menjadi Rektor Perguruan Tinggi seperti Bpk Prof. Dr, Sunaryo Kartadinata yang merupakan Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), dan Dekan Fak. Ilmu Pendidikan UPI Prof. Dr. Ahman yang juga merupakan lulusan BK. 

Tentu bukan banya itu, tidak sedikit lulusan BK yang mempunyai posisi penting di institusi sekolah maupun perguruan tinggi. Namun, Lulusan dari program studi ini dipersiapkan menjadi profesional dalam bidang bimbingan dan konseling, diharapkan dapat bekerja sebagai guru BK pada setting pendidikan dasar, maupun menengah, serta pengembang pelatihan bidang akademik, pribadi, sosial dan karir pada setting pendidikan non-formal. Lulusan Bimbingan dan Konseling banyak yang diterima sebagai konselor di dunia pendidikan, PAUD, TK, SD,SMP, SMA, dan Universitas.

Hanya itu? Tidak. Mereka juga dibutuhkan sebagai Tenaga Konselor di Pusat Rehabilitasi, Lembaga Pemasyarakatan, Perkumpulan Keluarga berencana Indonesia (PKBI), Konsultan pengembangan SDM, Badan Penasehat Pembinaan Pelestarian Perkawinan (BP4), Kementerian Agama, Konselor dan Konsultan Pendidikan di Lembaga-Lembaga Bimbingan Belajar (LBB). Lulusan dari jurusan ini juga bisa membuka praktek sendiri sebagai konseling untuk masyarakat umum. Tapi untuk mendapatkan ijin melakukan sebuah tes psikologi kamu harus memiliki gelar S2.

     

Sementara, bagi yang ingin berwirausaha dapat mendirikan Lembaga Konseling, Jasa Layanan Tes Psikologi, ataupun Lembaga Konsultasi Pendidikan. Kebutuhan terhadap layanan Konseling ini semakin besar terutama di kota-kota besar dimana masyarakatnya semakin terbuka, dan memiliki tingkat stress yang tinggi, Dewasa ini kebutuhan akan konseling anak dan konseling pendidikan, luar biasa banyaknya. Sayangnya, sedikitnya lulusan BK yang mau mengisi peluang ini, menjadikan konseling anak lebih dikuasai oleh psikolog anak sementara konseling pendidikan/karier lebih diisi oleh praktisi-praktisi yang bahkan tidak punya latar belakang psikologi/pendidikan/konseling melainkan belajar dari pengalaman.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 310x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 281x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 278x dibaca (7 hari)
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
13 Mar 2026 • 232x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 187x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Artikel

Peran Diplomasi Mohammad Natsir dalam Konteks Hubungan Internasional dan Energi.

Maret 19, 2026
Artikel

Efisiensi Fiskal Koperasi Desa dan Makan Bergizi Gratis

Maret 19, 2026
Kisah Runtuhnya Dinasti Abbasiyah, Hancurnya Peradaban Islam
#Sejarah Islam

Kisah Runtuhnya Dinasti Abbasiyah, Hancurnya Peradaban Islam

Maret 19, 2026
​TEOLOGI LIMBAH
Puisi

​TEOLOGI LIMBAH

Maret 19, 2026
Next Post

Jujur Sebagai Jalan Sukses

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com